Logistics Journal No. 156 / Januari 2015

cover jan 2015 

Progra Kerja DPW ALFI/ILFA Propinsi Jawa Timur Tahun 2015
proker alfi1 2015

Editorial - GRATIFIKASI
Menurut Wikipedia, Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian biaya tambahan (fee), uang, barang, rabat (diskon), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Salah satu contoh adalah uang retribusi untuk masuk pelabuhan tanpa tiket yang dilakukan oleh Instansi Pelabuhan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendapatan Daerah. Pengurusan izin yang sangat dipersulit.
Gratifikasi ini pulalah yang membuat perseteruan antara KPK vs POLRI. Melalui kasus tersebut, masyarakat semakin memaklumi, bahwa gratifikasi itu dilakukan hampir oleh semua penyelenggara negara di semua tingkatan. Anehnya masyarakatpun juga memberikan dukungan secara sadar, sengaja maupun terpaksa karena layanan yang terlalu lama.
Disetiap teras kantor instansi pemerintah sudah banyak himbauan agar tidak memberi tip, “no tipping” berupa tulisan dalam X-banner. Namun gratifikasi tetap terjadi dibalik tulisan X-banner. Kata orang-orang di tulisan X-banner-nya memang tidak ada pemberian tip, tapi di ruang-ruang kantor di belakangnya X-banner. Memang ada beberapa kantor pemerintah sudah berbenah diri untuk meminimalisir terjadinya gratifikasi, contohnya kantor SAMSAT, imigrasi berusaha menghilangkan gratifikasi dengan menerapkan SOP yang jelas, on line sistem dan ketat pengawasannya.
Bidang jasa kepelabuhan gratifikasinya ada dimana saja? Karena namanya gratifikasi bisa dipastikan sembunyi-sembunyi, maka jawabannya hampir disemua instansi pemerintah maupun BUMN yang memberikan pelayanan dengan bertemu secara langsung dengan orang yang mendapatkan pelayanan. Apakah instansi pemerintah atau BUMN itu tahu dan mengakui? Dipastikan pula instansi resmi tersebut akan menyangkal secara resmi dengan berlindung pada aturan yang tidak membolehkan adanya gratifikasi. Karena sanksinya sangat jelas dan tegas, yaitu pemecatan.
Pertanyaannya gratifikasi yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi itu sebenar ada dimana dan pelakunya siapa? Jawabannya ada dua, pertama kalau secara resmi tidak pernah ada gratifikasi, karena semua tindakan gratifikasi selalu disangkal dengan resmi. Kedua, kalau berupa rumor dan guyonan antar pelaku usaha, jawabannya akan rame, memang terjadi dan menjadi bahan bergurau dan permakluman. “Kalau tidak ada uang pelancarnya mana bisa barang keluar dengan cepat. Kalau barang terlalu lama di pelabuhan argo dari penumpukan terus berjalan”. Tapi ini sekali lagi hanya rumor dan guyonan tidak ada bukti, seperti orang kentut, berbau tapi tidak ada yang mengaku.
Jika ada yang mengatakan ekonomi biaya tinggi penyebabnya di perusahaan perantara, ini kesimpulan yang gegabah, menggelikan dan naif. Karena perusahaan perantara adalah korban yang harus memberi gratifikasi. Memang yang memberi dan menerima gratifikasi sama-sama dikenakan sanksi, namun yang menerima “tidak pernah ada”. Apakah aturan itu berlaku kalau yang ada hanya “pemberi” gratifikasi yaitu perusahaan perantara? Apakah tidak menjadi gugur atau batal demi hukum kalau tidak ada “penerima”nya? Silahkan direnungkan sambil membaca perkembangan perseteruan KPK vs POLRI. (guslim-jan'15)

pemkab banyuwangi
Pemkab Banyuwangi
Tagih Janji Pengembangan Pelabuhan Tanjungwangi
BANYUWANGI (LOGISTICS): Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendesak Pemerintah Pusat dan PT Pelabuhan Indonesia III untuk semakin serius melakukan proses pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi.
Desakan itu perlu dilakukan mengingat pelabuhan Tanjungwangi saat ini telah menjadi pintu perdagangan dengan volume bongkar muat yang sudah memadai sehingga mem butuhkan pengem bangan termasuk investasi terkait pengadaan alat bong kar muat yang dapat meningkatkan kinerja.
Bupati Banyu wangi Abdullah Azwar Anas menyatakan bahwa pihaknya kini menagih Pemerintah dan PT Pelindo III untuk segera melakukan pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Tanjungwangi.
"Arus volume bongkar muat di Tanjungwangi kini sudah sangat tinggi mengingat ada sejumlah perusahaan besar yang kini telah beroperasi di Banyuwangi seperti PT Semen Bosowa, PT Semen Gresik dan kini telah mulai beroperasi lagi Pabrik Kertas PT Basuki Rahmat," kata Azwar Anas disela-sela Rapat Pimpinan DPW Asosiasiasi Logistik Forweder Indonesia (ALFI) Provinsi Jawa Timur di Ketapang, Banyuwangi, Jumat (23/1/15)
Lebih jauh Bupati Banyuwangi menyampaikan arus barang termasuk petikemas yang dibongkar muat pada Pelabuhan Tanjung Wangi sudah mencapai 1.000 box per bulan. Sementara itu untuk komoditas curah kering dan komoditas lainnya juga memiliki trend meningkat.
"Untuk itu Pemkab Banyuwangi perlu mengingatkan sekaligus menagih janji Pemerintah termasuk PT Pelindo III agar Tanjung Wangi bisa segera dikembangkan menjadi pelabuhan yang representatif bagi proses ekspor-impor termasuk perdagangan antar pulau," kata Azwar Anas.
Meski demikian, Bupati Banyuwangi itu akan terus berupaya untuk bisa segera merealisasikan pengembangan Pelabuhan Tanjung Wangi menjadi lebih komprehensif.
"Yang jelas di pelabuhan [Tanjung Wangi] itu semua stakeholder ada dan terlibat, untuk itu Pemkab Banyuwangi berupaya untuk terus mendorong dan selalu menagih agar Tanjung Wangi segera dibenahi termasuk peralatan untuk fasilitas bongkar muatnya bisa dibenahi dan ditambah," tegasnya.
Ketua Umum DPW ALFI Jatim Hengki Pratoko menyatakan pihaknya secara khusus memang memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi Rapim Plus ALFI karena pihaknya sangat konsen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Di Banyuwangi ini ada beberapa anggota ALFI yang beroperasi di sini, sehingga konsen DPW sangat besar. Hal ini juga untuk mendorong bergeraknya perekonomian di daerah. Bila ekonomi daerah bergerak dan berdaya maka otomatis arus barang khususnya logistik dipastikan juga mengalami pertumbuhan," kata Hengki kepada pers pada kesempatan sama.
Khusus untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Wangi, kata Hengki, pihaknya sangat mendukung sekali akan adanya proses pengembangan dan pembangunan fasilitas infrastruktur transportasi tersebut.
"Kalau Tanjung Wangi dikembangkan otomatis akan berdampak sekali terhadap arus logistik yang ada. Dengan sendirinya kinerja anggota ALFI di Banyuwangi jelas akan bertambah besar volume dan kapasitasnya," ungkapnya. (Logistics/hd)

ajang bisnis sla
AJANG BISNIS SINGAPORE LOGISTICS ASSOCIATION
Kunjungan bisnis dari Singapore Logistics Association (SLA) pada 19-20 Januari 2015 banyak hal yang perlu ditindaklanjuti. Khususnya yang berkaitan dengan bisnis forwarder dan logistik. Walau pada realitanya Singapura dalam bidang logistik dan forwarder lebih maju, namun tetap pada kenyataannya sumber perputaran barang di Singapura sebagian besar dari Indonesia.
Dalam kunjungan dua hari tersebut sangat padat acara yang mampu di arrangement oleh DPW ALFI/ILFA Propinsi Jawa Timur. Mendarat di Bandara Juanda langsung mengunjungi PT (Persero) PELINDO III yang disambut secara langsung oleh Direktur Utama bapak Soedjarwo. Selama presentasi di PT (Persero) PELINDO III dipaparkan tentang rencana kawasan terpadu, mulai dari kawasan industri, hunian dan pelabuhan di Kalimiren Gresik sampai dengan dipaparkan pula tentang Pelabuhan Teluk Lamong yang sudah siap operasi.
Tidak hanya presentasi, tapi dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke lokasi kawasan terpadu pelabuhan Kalimiren di Gresik kemudian dilanjutkan ke pelabuhan Teluk Lamong yang diterima langsung oleh Direktur Utamanya, Prasetyadi. Terakhir kunjungan ke PT Terminal Petikemas Surabaya melihat maket fasilitas yang ada di PT TPS, karena waktu yang mendesak kunjungan harus segera diselesaikan.
Hari Senin, 19 Januari 2015, acara puncaknya ada Business Matching antara Perusahaan Anggota DPW ALFI/ILFA Propinsi Jawa Timur dengan anggota delegasi Singapore Logistics Association (SLA) di Hotel Garden Palace dimana anggota delegasi SLA menginap. Sayangnya forum ini tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh anggota ALFI, selain itu sepanjang sore menjelang acara tersebut Surabaya diguyur hujan lebat cukup lama.
Dalam forum Business Matching tersebut dihadiri sekitar 25 anggota ALFI Jawa Timur yang memanfaatkan untuk melakukan komunikasi bisnis dengan mitra kerjanya dari Singapura. “Diharapkan dalam forum ini perusahaan anggota ALFI Jawa Timur tidak hanya melakukan komunikasi bisnis semata. Tapi juga ada upaya tindak lanjut yang sesungguhnya di kemudian hari, sehingga forum ini akan bermanfaat dan bisa ditindaklajuti pada forum lainnya di Singapura” demikian harapan Hengky Pratoko dalam sambutannya.
Hari kedua, 20 Januari 2015, rombongan SLA sejumlah 13 (tiga belas) orang delegasi berangkat menuju PT Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) untuk meninjau kawasan industri di daerah Kabupaten Pasuruan. Suatu kawasan industri yang sebagian besar dihuni oleh perusahaan dari negara Jepang. Disamping itu masih banyak lahan memungkinkan untuk membangun industri di kawasan tersebut. Rombongan berakhir di bandara Juanda karena delegasi melanjutkan perjalan ke Jakarta. (guslim-jan'15)

p3 curahkering
Pelindo III Bangun Fasilitas Curah Kering Terminal Teluk Lamong
SURABAYA (LOGISTICS) : PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bakal segera membangun fasilitas curah kering di Terminal Teluk Lamong tahun 2015 mendatang.
Setelah sebelumnya pembangunan tahap I Terminal Teluk Lamong yang digunakan sebagai fasilitas petikemas domestik dan internasional, direncanakan pada Januari 2015 mendatang fasilitas dermaga curah cair bakal mulai dibangun di Terminal Pelabuhan berkonsep pelabuhan hijau (Green Port) pertama di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto, “Saat ini tahapan persiapan dimulainya pekerjaan pembangunan dermaga curah kering sepanjang 250 meter untuk tahap awal di Terminal teluk Lamong, direncanakan pembangunan dermaga tersebut akan mulai dikerjakan pada Januari tahun 2015”.
“Pekerjaan pembangunan dermaga curah kering diprediksi akan dapat diselesaikan selama 1 tahun, sehingga pada tahun 2016 dermaga yang memiliki kedalaman -14 mLWS tersebut telah siap untuk digunakan sandar kapal yang mengangkut curah kering internasional”, terang Edi.
Edi kembali menambahkan, “pada dermaga curah kering sepanjang 250 meter tersebut nantinya akan dipasang 2 unit Ship Unloader dengan dilengkapi fasilitas conveyor dan wirehouse. Pada tahap awal gudang curah kering akan dibangun diatas tanah seluas +8 hektar”.
Pada tahap pengembangan (ultimate) berikutnya dermaga curah kering Terminal teluk Lamong bakal tersedia dermaga mencapai 500 meter dengan dilengkapi 4 unit Ship Unloader dengan total luas terminal curah kering hingga mencapai +26 hektar dengan didukung +36 hektar back up area dengan kapasitas hingga 20.000.000 ton.
Dalam pengoperasian kegiatan curah kering, Pelindo III menggandeng PT Nusa Prima Logistik sebagai mitra strategis dalam menjalankan bisnis curah kering tersebut. PT Nusa Prima Logistik merupakan gabungan dari PT FKS Multi Agro, PT Charoen Pokhpand Indonesia dan Japfa Comfeed yang bergerak pada industri bahan makanan dan makanan ternak. Penggabungan tiga perusahaan besar tersebut dilakukan untuk memperoleh 70% pasar di Indonesia.
Bentuk keseriusan jalinan kerjasama tersebut telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama di gedung Sampoerna Agency, Jakarta pada tanggal 23 Desember 2014 lalu. Proses penandatangaan perjanjian kerjasama tersebut dihadiri oleh Direksi PT Terminal Teluk Lamong, dihadiri oleh pemegang saham dan Direksi dari PT FKS Multi Agro, PT Charoen Pokhpand Indonesia dan Japfa Comfeed.
“Kami melihat Pelindo III serius membangun Terminal Teluk Lamong dengan konsep modern dan pelabuhan hijau sehingga kami sangat tertarik untuk menjalin bisnis bersama”, ujar Yus'an salah satu pemegang saham PT FKS Multi Agro.  (Logistics/hd)

tekan inflasi
Pemerintah Benahi Sistem Logistik Nasional Guna Tekan Inflasi
JAKARTA (LOGISTICS) : Pemerintah sangat berkomitemen untuk melakukan proses pembenahan sistem logistik dan manajemen tata niaga perdagangan untuk mengatasi laju inflasi yang tinggi.
Hal ini secara khusus ditegaskan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
"Penanganan inflasi memerlukan ekstra effort, karena ini tidak hanya masalah pergerakan harga. Pemerintah akan fokus membenahi masalah logistik dan manajemen tata niaga perdagangan untuk mengurangi laju inflasi," ujarnya di Jakarta, Senin (5/1/15).
Bambang menjelaskan laju inflasi pada 2014 tercatat cukup tinggi yakni 8,36%, karena faktor "administered price" akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, meski seharusnya inflasi dapat ditekan lebih rendah.
Menurut dia, apabila tidak ada kebijakan luar biasa, Indonesia sebenarnya bisa menjaga inflasi di bawah 5%.
Meski, lanjutnya, belum mampu di bawah 4% seperti Filipina dan Thailand yang bisa menjaga inflasi pada kisaran 2% atau 3%.
"Di luar faktor administered price ada masalah logistik dan tata niaga. Contoh, pada Desember, ada indikasi kita tidak mengatur tata niaga, karena ada pedagang yang menahan komoditas dan baru melepas barang ketika harga naik. Supply and demand tidak seperti yang diharapkan," ujar Bambang.
Untuk itu, ia mengharapkan adanya pembenahan dan tata kelola sistem logistik maupun manajemen perdagangan, agar barang yang sudah masuk ke pasar tidak mengalami kenaikan harga dan pasokannya selalu terjamin.
Pemerintah tekan defisit RAPBN 2015 dibawah 2%
Pemerintah memberikan kebijakan untuk menekan defisit RAPBN 2015 yang bakal ditekan dibawah 2% dari Produk Domestik Bruto.
Lebih jauh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan defisit RAPBN Perubahan 2015 akan ditekan hingga di bawah dua persen dari PDB atau lebih rendah dari target defisit pada 2014.
"Defisit anggaran 2015, maksimum 2%. Jadi, otomatis bukan hanya penerbitan surat berharga negara yang nantinya akan terpengaruh, namun secara keseluruhan untuk struktur utang pemerintah," katanya di Jakarta, Senin (5/1/15).
Lebih dalam dia menjelaskan evaluasi akan dilakukan terhadap manajemen utang, terutama terkait rencana penerbitan obligasi maupun pinjaman dari lembaga multilateral, serta kemungkinan pemanfaatan sumber pembiayaan dari dalam negeri.
Pembenahan struktur pembiayaan ini, lanjut dia, dilakukan dalam menyikapi kondisi pemulihan perekonomian di Amerika Serikat, yang berarti The Fed segera menyesuaikan suku bunga acuan paling lambat pada akhir 2015.
"Tingkat bunga naik diperkirakan 100 basis poin pada akhir 2015. Konsekuensinya, saya ingin mengurangi defisit untuk mengatasi ketidakpastian. Pembiayaan yang besar nantinya berasal dari domestik, tidak lagi asing, untuk mengatasi kemungkinan terjadinya sudden reversal," kata Bambang.
Dengan pemanfaatan sumber pembiayaan domestik melalui penerbitan instrumen yang bisa mendukung peningkatan jumlah investor pasar finansial, lanjut dia, maka kondisi pasar keuangan tidak rentan terhadap berbagai tekanan eksternal.
Data Kementerian Keuangan mencatat realisasi defisit anggaran periode 1 Januari-31 Desember 2014 telah mencapai Rp227,4 triliun atau 2,26% dari PDB yang sedikit lebih rendah dari target APBN Perubahan.
Defisit anggaran yang berada di bawah target tersebut disebabkan kelebihan pembiayaan anggaran dari penerbitan surat berharga negara serta penerimaan perpajakan pada 2014 yang tidak optimal.
Secara keseluruhan, defisit anggaran tahun 2014 berasal dari realisasi pendapatan negara Rp1.537,2 triliun atau 94% dari target Rp1.635,4 triliun dan belanja negara Rp1.764,6 triliun atau 94 persen dari pagu Rp1.876,9 triliun.(Logistics/hd)

p3 properti
Pelindo III Rambah Bisnis Properti
SURABAYA (LOGISTICS) - Keinginan perusahaan 'plat merah' PT Pelindo III (Persero) yang notabene adalah salah satu operator pelabuhan, mulai memperluas jaringan bisnis lainya, yaitu disektor properti. Dimana upaya ini untuk lebih meningkatkan kinerja BUMN di tahun 2015.
Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto mengatakan dalam upayanya untuk memperluas jaringan bisnis khususnya disektor properti. Hal itu dikarenakan dianggap belum tersentuh oleh pihak PT Pelindo III. Disisi lain, bidikan kesektor properti tersebut juga bisa meningkatkan pendapatan perseroan ini.
“Kami mulai membidik disektor property lewat PT Pelindo Properti Indonesia (PPI). Perusahaan ini adalah anak usaha dari PT Pelindo III yang fokus dibidang properti. Apalagi sektor ini (properti), masih belum tersentuh oleh kami (PT. Pelindo III),” kata Djarwo Surjanto saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/15).
Djarwo menjelaskan dalam pengembangan properti ini pihaknya akan memanfaatkan aset-aset milik Pelindo yang berada di pinggir-pinggir pantai. Rencananya, lahan yang berada dipinggir pantai akan dibangun sebuah hotel berkapasitas 50 hingga 100 kamar dengan harga terjangkau bagi konsumen.
“Aset-aset inilah yang kita manfaatkan secara maksimal untuk pengembangan usaha kami nanti. Sementara ini kami telah memanfaatkan lahan seluas 500 hektar dan target kedepan 1.000 hektar nantinya,” tegas Djarwo enggan menyebutkan dana investasi pembangunan hotel tersebut.
Menurutnya, dalam pembangunan hotel di pinggir laut itu, PPI akan membidik konsumen pada penumpang kapal pesiar atau kapal lainnya yang singgah ke Surabaya. Pengembangan bangun hotel saat ini masih memiliki prospek yang sangat besar, kondisi ini terlihat dengan banyaknya swasta yang mendirikan hotel di Kota Surabaya.
“Jadi pengembangannya masih di area pelabuhan. Soal pengembangan di area lain masih menunggu kondisi,” ungkapnya.
Saat ini, tambah Djarwo, banyak konsumen yang mencari pemandangan pinggir laut. Mereka sangat tertarik melihat kondisi laut di dalam hotel, karena memiliki suasana yang berbeda. “Pemandangan laut kan sedang dicari, kita coba manfaatkan pasar tersebut dengan baik. Pengembangan hotel hanya sebagai contoh seperti lahan di Benoa Bali," pungkas Djarwo. (Logistics/hd)

garuda indonesia
Garuda Indonesia Bakal Buka Rute Batam - Banjarmasin
JAKARTA (LOGISTICS) -Maskapai penerbangan nasional yang merupakan BUMN, Garuda Indonesia telah mengambil langkah strategis dengan berencana membuka rute penerbangan baru untuk menghubungkan Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dengan Banjarmasin Kalimantan Selatan.
"Kami masih menunggu realisasi dari maskapainya. Kemungkinan dalam waktu dekat ini," kata Plt Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Rabu (7/1/15).
Lebih jauh pada 19 Desember 2014, Garuda Indonesia juga sudah membuka dua penerbangan baru dari Batam masing-maisng tujuan Surabaya dan Bandung yang dilayani satu kali setiap hari dengan Boeing 737-800 NG. "Rute ke Banjarmasin juga akan menggunanakan pesawat sejenis. Direncanakan juga akan diterbangi setiap hari seperti dua rute baru sebelumnya," kata dia.
Saat ini, kata dia, Garuda memiliki rute penerbangan rutin dari Batam ke Jakarta lima kali sehari, Batam-Bandung dan Surabaya satu kali perhari. Semua rute tersebut dilayani dengan Boeing 737-800 NG.
Secara mendalam Garuda juga melayani penerbangan Batam-Medan dan Batam-Bandar Lampung masing-masing satu kali sehari dengan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen dengan kapasitas 96 penumpang.
Sebelumnya Garuda Indonesia juga melayani penerbangan Batam-Pekanbaru dengan pesawat Bombardier namun akhirnya ditutup pada awal 2014 saat Riau diselimuti kabut tebal.
"Kami harap ini segera terealisasi agar penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam semakin ramai," kata Suwarso.
Selain Garuda Indonesia, pada awal 2015 ini Lion Air sudah merencanakan untuk menambah frekuensi penerbangan dari Batam ke Medan, Batam ke Surabaya masing-masing ditambah satu kali setiap hari.
Maskapai yang sempat terbang hingga 2006, Jatayu Air juga berencana membuka penerbangan dari Batam dengan nama New Jatayu Air dengan tujuan Jakarta, Palembang, Bandung, Medan. Maskapai tersebut sudah menyiapkan satu pesawat di Hang Nadim.
"Pada 2015 kami menargetkan jumlah pe numpang penerbangan tumbuh 22 persen dari total 2014 sekitar 4,8 juta penumpang. Sementara jumlah penerbangan tumbuh 10 persen dari 2014 yang mencapai 116 kali per hari," kata dia.
Regulasi perijinan pesawat sampai ke Menteri
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memperketat izin angkutan udara. Bila sebelumnya perizinan hanya sampai Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, ke depan akan sampai ke Menteri Perhubungan.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata mengatakan, mekanisme baru tersebut berlaku untuk izin usaha penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan yang memegang peranan sangat penting, menyusul tragedi terjatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014.
"Administrasi memang bukan langsung terkait dengan `safety` (keselamatan). Ini mungkin belum tentu penyebab jatuhnya. Tapi administrasi memegang peranan penting," kata Barata di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (6/1/15).
Peraturan tersebut akan keluar secepatnya untuk menghindari kejadian serupa. "Dalam waktu dekat ini akan keluar, kita tidak main-main," tegas Barata.
Sebelumnya, Kemenhub telah menyatakan bahwa pesawat AirAsia Q78501 melanggar rute penerbangan dari izin yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.
Kemenhub mengeluarkan izin penerbangan pada rute Surabaya-Singapura untuk AirAsia melalui surat nomor AU/008/30/6/DRJU/DAU pada 24 Oktober 2014, yakni untuk hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu (kode hari:1246) sesuai permintaan AirAsia.
Namun pada pelak sanaannya, maskapai berbiaya murah tersebut dengan nomor penerbangan QZ8501 melakukan penerbangan pada Senin, Rabu, Jumat dan Minggu (kode hari 1357).(Logistics/hd)

perekonomian ri
Perekonomian RI Akan Membaik 2015
JAKARTA (LOGISTICS) : Sejumlah pengamat dan praktisi ekonomi menyatakan rasa optimismenya bila kondisi perekonomian pada 2015 akan semakin membaik.
Secara khusus praktisi perbankan Sunarso menilai perekonomian Indonesia diperkirakan akan semakin membaik pada 2015.
"Pertumbuhan ekonomi tidak seburuk 2014, dan kalau melihat 2015 saya semakin yakin ekonomi Indonesia membaik," ujar Sunarso di Jakarta, Rabu (31/12/14).
Lebih jauh dia menilai fokus pemerintah untuk pembangunan infrastruktur serta kepastian hukum menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. Meskipun saat ini, investasi yang masuk ke Tanah Air baru sebatas portofolio.
"Untuk jangka panjang pemerintah perlu merancang struktur ekonomi yang berbasis pada pertanian. Ini bukan hal baru, dulu sudah pernah dijadikan jargon," jelas anggota Forum Alumni Institut Pertanian Bogor (FA IPB) itu.
Industri pertanian, lanjut dia, terbukti mampu menyelamatkan neraca perdagangan Indonesia dalam krisis apapun.
Untuk membangun struktur ekonomi berbasis pertanian bisa dimulai dari mencari pembagian lahan yang tepat untuk kawasan pertanian, kemudian percepatan infrastruktur, dukungan keuangan untuk pertanian, serta menekan impor produk pertanian.
"Juga jangan dilupakan pembinaan pada petani," tambah Direktur Komersial dan Bisnis Bank Mandiri.
Sebelumnya dalam acara yang digelar FA IPB, Direktur Eksekutif Megawati Institute, Arief Budimanta, mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2015 mencapai 5,8%. "Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 adalah investasi dan konsumsi swasta. Juga proyek infrastruktur pemerintah akan segera diwujudkan pada 2015," kata Arief.
Sementara, faktor eksternal karena masih dipengaruhi yakni perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan melemahnya perekonomian Tiongkok.
Pemerintah, lanjut Arief, perlu menjaga ruang fiskal dan mendorong pertumbuhan sektor manufaktur. (Logistics/hd)

arus wisatawan
Arus Wisatawan Mancanegara Ke Indonesia Turun
Hal ini secara khusus disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam paparan di Jakarta, Jumat (2/1/15)
"Mungkin saja ada pengaruhnya dengan pergantian pemerintah jadi mereka (wisman) menunggu dulu. Pasalnya pada periode yang sama tahun lalu itu meningkat tajam dari 600.000-an kunjungan pada Oktober 2013 menjadi 800.000-an pada November 2013," kata Suryamin.
Lebih jauh proses penurunan arus kunjungan wisman itu, lanjut Suryamin, terjadi di sebagian pintu masuk dengan persentase penurunan tertinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara sebesar 42,57%, Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat sebesar 31,08%, dan Bandara Adi Sumarmo, Jawa Tengah sebesar 23,98%.
Jika dibandingkan dengan November 2013, jumlah kunjungan tersebut mengalami penurunan sebesar 5,32% di mana pada saat itu sebanyak 807.422 kunjungan.
Penurunan tertinggi jumlah kunjungan wisman tercatat melalui Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara mencapai 42,04% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2013. Sementara penurunan terendah terjadi di Batam, Kepulauan Riau sebesar 0,27%.
Sementara itu, kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi hanya di Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta sebesar 16,69%.
Dari 764.461 kunjungan wisman pada November 2014, sekitar 17,54% adalah wisman berkebangsaan Singapura, Malaysia (16,85%), Australia (11,49%), Tionghoa (10,05%) dan Jepang (5,6%)
Secara kumulatif sepanjang Januari-November 2014, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 8.520.077 kunjungan, naik 7,29% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 7.941.474 kunjungan. (Logistics/hd)

setiyo jatimkonektivitas
Jatim Perlu Perkuat Konektivitas Antar Provinsi
SURABAYA (LOGISTICS) : Kamar Dagang dan Industri Jatim memberikan respon terkait dengan melambatnya net ekspor Indonesia karena sangat berpengaruh atas kondisi perekonomian di provinsi tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Jaringan Usaha Antar Provinsi Kadin Jatim, Setiyo Agustiono.
Tentu dampak berantai-nya ada pada sektor produksi. Oleh karenanya, sangatlah tepat apabila kebijakan pembangunan kedepan lebih difokuskan pada upaya penguatan konektivitas pasar domestik antar provinsi yang masih mempunyai potensi pasar yang besar.
"Dengan memperkuat industri kecil yang selama ini terbukti mampu menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur baik disaat krisi ekonomi,maupun dalam prioritas pembangunan ekonomi kerakyatan dan menjadi relevan walaupun selama terjadi krisis keuangan global, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih cukup tinggi termasuk pula di Jawa Timur yang percepatan pertumbuhannya selama 2 tahun terakhir selalu diatas rata-rata nasional," kata Setiyo Agustiono, saat dikonfirmasi, Rabu (31/12/14).
Menurut Agus yang notabenenya sebagai salah seorang tim perumus dan pengembang Kantor Perwakilan Dagang (KPD), saat ini Indonesia sebagai The Emerging Country dan Jawa Timur sebagai The Emerging Province hari ini dan masa depan. Didalam upaya peningkatan percepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terus dioptimalkan, dengan penguatan konektivitas antar provinsi.
Meski dengan adanya penguatan konektivitas guna memperlancar perdagangan antar provinsi, pihaknya juga sudah mengadakan Memorandum of Understanding (MOU) yang dilakukan antar Kepala Daerah Provinsi (Gubernur) serta antar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi tahun lalu dan ditindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
"PKS Disperindag Jatim telah ditindak lanjuti dengan membuka KPD Jawa Timur. Pentingnya dibuka Kantor Perwakilan Dagang adalah menunjang percepatan perekonomian melalui perdagangan antar provinsi. Sedangkan untuk sektor perdagangan memberi kontribusi terbesar dalam komposisi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jatim," urainya.
Dirinya menyebut, total PDRB Jatim tahun lalu sebesar Rp800 triliun. Dari sektor perhotelan, restauran dan perdagangan menyumbang sebanyak 30 persen. Perdagangan antar propinsi juga memberi kontribusi lebih tinggi dibandingkan perdagangan antar negara yaitu sebesar Rp240 triliun. Sedangkan antar negara sedikit lebih rendah yaitu Rp220 triliun.
Namun, seperti diketahui pada bulan November 2014 kemarin, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,38%. Dimana nilai ekspor Jawa Timur bulan Oktober 2014 mencapai US$1.610,13 juta atau naik sebesar 5,17%.
"Semoga pertumbuhan perekonomian di Indonesia khususnya Jawa Timur ini semakin membaik dengan adanya konektivitas antar negara maupun provinsi pada tahun 2015," pungkasnya. (Logistics/hd)