Logistics Journal

 No.151/Agustus 2014

 cover 2014

 Foto-Foto Acara Buka Bersama & Menyantuni
 Anak Yatim Piatu
 
Buka puasa  santunan

 
Editorial - Presiden Baru Harapan Baru
Presiden terpilih hanya menunggu pelantikannya. Sedangkan dinamika politik, ekonomi dan sosial terus mengikuti harapan-harapan yang disandangkan pada presiden terpilih. Dari tumpukan harapan yang menggunung ternyata tidaklah mudah untuk memenuhi harapan tersebut. Siapapun presidennya akan terus diuji komitmen dan konsistensinya dalam memenuhi janji-janjinya selama masa kampanye. Karena hanya bermodalkan janji-janji tersebut para calon presiden mampu membius dan menghipnotis para pemilih untuk memilihnya. Saat ini para pemilih yang nota bene adalah rakyat kebanyakan, rakyat yang minim informasi tentang para calon presidennya, rakyat yang sebagian besar mengedepankan perasaannya dibanding rasionalitasnya, rakyat yang beku nalarnya dengan lebih tertarik memilih figur yang mirip dengan masyarakat kebanyakan. Apakah ini salah? Tidak ada yang salah dengan pilihan rakyat kebanyakan, juga tidak ada yang boleh menyalahkan atas pilihan rakyat kebanyakan karena itu hak yang paling azasi dari mereka.
Yang patut disalahkan adalah para pemimpin yang dipundaknya telah ditumpuk berbagai harapan. Baik pemimpin yang di kementerian, gubernur, bupati atau walikota. Apabila pemimpin tidak bisa mewujudkan harapan (amanah). Sedangkan bagi masyarakat kebanyakan hanya diam atau hanya menggunjingkan kekecewaannya, jika pemimpinnya belum seluruhnya mewujudkan harapan masyarakat kebanyakan tersebut.
Pekerjaan rumah yang sudah menunggu presiden terpilih adalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan BBM ini selalu menimbulkan polemik dan efek domino terhadap kegiatan usaha dari berbagai sektor. Namun BBM adalah sebuah komponen penting dalam kegiatan sehari-hari yang bisa menentukan harga, tarif atau biaya-biaya pada kegiatan usaha, baik jasa ataupun manufaktur. Demikian pula pada kegiatan jasa kepelabuhanan akan melakukan kalkulasi ulang jika BBM memang benar-benar naik.
Kalkulasi ulang dari biaya-biaya jasa kepelabuhanan tersebut akan memicu sektor-sektor usaha lainnya yang berada dalam mata rantai usaha jasa kepelabuhanan untuk melakukan kalkulasi ulang juga. Kenaiknan BBM ikut mendorong perubahan dalam banyak hal, khususnya perubahan harga, kemampuan daya beli dan masih banyak hal lainnya yang terpengaruh.
Pertanyaan dasarnya adalah apa yang menyebabkan BBM harus naik? Apakah tidak ada cara lain selain menaikkan BBM? Pasti jawabannya ada dua, pertama BBM naik karena harga minyak mentah dunia sedangkan naik juga. Kedua, beban anggaran negara (APBN) sudah defisit karena untuk membayar subsidi BBM. Kedua jawaban klasik itu akan selalu disampaikan ke masyarakat banyak. Sedangkan cara lain tidak ada selain menaikkan harga BBM. Padahal bisa menghemat anggaran belanja rumah tangga aparatur negara, mulai dari tingkat menteri sampai pejabat eselon I dan esselen II. Meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi dengan memberikan insentif suku bunga perbankan, memberantas pungutan liar atau segala bentuk yang menjadi pemicu ekonomi biaya tinggi, agar roda ekonomi berputar cepat. Masih banyak cara lain lagi kalau memang serius pemerintah untuk menaikkan pendapatan negara agar APBN tidak tertekan karena pembayaran subsidi.
BBM naik maka akan memicu naiknya pungutan liar juga. Suatu kondisi ironis bagi pelaku usaha, sudah jatuh tertimpa tangga pula. bagi pelaku usaha kenaikan BBM adalah suatu keniscayaan yang harus diterima, namun akan mengurangi sesaknya tekanan usahanya, jika pemerintah melakukan pemberantasan pungutan liar yang berada di kantor-kantor pemerintah, BUMN maupun yang non pemerintah. Karena pungli berbau tapi tidak nampak. (guslim-agustus'14)

Pemerintah Tetap Konsisten
Bangun Kawasan Timur Indonesia
 
pemerintah bgn kawasan timur
 
JAKARTA (LOGISTICS) : Pemerintah pusat menyatakan tekadnya guna mendorong percepatan pembangunan nasional khususnya pembangunan infrastruktur terutama di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Secara khusus Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro, menyatakan KTI memiliki potensi besar, namun, pertumbuhannya masih jauh tertinggal.
“Banyak ruang untuk meningkatkannya, sebab potensi kawasan ini besar. Kuncinya adalah harus ada support yang kuat dari pemda untuk me wujudkannya," katanya di Manado, sebagaimana dikutip dari Siaran Pers Kemenkeu Selasa (12/8/14).
Lebih jauh Bambang mengungkapkan dengan pe ngembangan KTI, kesejahteraan masyarakat Indonesia yang merata dapat tercapai, karena selama ini wilayah barat yang lebih dominan. “Sehingga tidak terjadi lagi di satu daerah ada kekurangan tenaga kerja, namun di daerah lain pengangguran tinggi," katanya.
Lebih dalam ke depan, Bambang menerangkan pemerintah dihadapkan dengan tantangan utama yang menjadi hambatan yaitu masalah konektivitas.
Untuk itu, fokus yang harus diperhatikan adalah percepatan pembangunan. Ini berhubungan dengan nilai belanja modal yang harus lebih ditingkatkan dibanding belanja pegawai.
Sebagai informasi, pekan lalu, Menteri Perindutrian M.S. Hidayat juga menekankan pentingnya investasi di luar Pulau Jawa.
Secara umum Bambang menegaskan investasi industri diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja serta memberi multiplier effects bagi per ekonomian nasional dan menambah penerimaan negara.
"Kami terus mendorong investasi yang masuk di Indonesia agar dilakukan tidak hanya di Jawa, tapi juga di luar Pulau Jawa," katanya.(Logistics/hd)

 
Rel KA Ganda Jakarta-Surabaya
Picu Kenaikan Volume Logistik 100%
 
rel ka ganda
 
JAKARTA (LOGISTICS) : Sejumlah kalangan dunia usaha menyata kan bahwa keberadaan rel kereta api ganda atau doble track yang menghubungkan Jakarta-Surabaya dipastikan akan membawa dampak positif dalam frekuensi dan volume pengiriman barang dan logistik.
Setidaknya pernyataan itu disampaikan oleh PT Kereta Api Logistik (PT KAL), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), bahkan secara khusus PT KAL menyatakan volume pengiriman barang akan meningkat 2 kali lipat akibat adanya doble track
"Pasti meningkat dua kali lipat, meski kami akui masih belum optimal. Sebagai contohnya kami sanggup mengangkut sekitar 4.100 ton sampai 4.500 ton untuk produk semen setiap tiga hari dengan tujuan stasiun terjauh Banyuwangi, Jawa Timur, sedangkan sebelumnya hanya bisa dilakukan sepekan sekali," kata Dirut PT Kereta Api Logistik, Budi Noviantoro, di Jakarta, Rabu (13/8/14).
Secara khusus Budi menyatakan pengiriman barang menggunakan kereta api dipastikan menghemat biaya dan menekan kerusakan jalan raya. "Pengiriman barang menggunakan kereta akan menghemat biaya sekitar 20 persen. Belum lagi dengan adanya aturan pembatasan harga solar otomatis sebagian besar industri akan beralih menggunakan kereta api," katanya.
Sementara Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) I Jakarta, Agus Komarudin, mengaku adanya rel ganda jalur Jakarta--Surabaya bisa meningkatkan dua hingga tiga kali lipat volume perjalanan.
Adanya rel ganda sepanjang jalur Jakarta--Surabaya akan mengurangi jumlah persimpangan rel yang ada, sehingga volume kecepatan keretanya bisa ditambah dan mempercepat perjalanan.
"Dengan minimnya jumlah persimpangan rel, kecepatan dan kapasitas pengiriman barang pun bisa ditambah dua hingga tiga kali lipat," katanya.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur meminta PT KAL semakin meningkatkan fasilitas yang ada.
"Terkait dengan semakin meningkatnya pengiriman barang melalui kereta api, PT KAL juga harus meningkatkan fasilitasnya, seperti kemudahan dokumen serta fasilitas yang lain, sebab selama ini kurang optimal," katanya.
Bahkan lebih dalam dia memperkirakan, dengan berfungsinya rel ganda yang menghubungkan Jakarta--Surabaya akan mengalihkan sekitar 20 persen angkutan barang di jalan raya, dan tidak menambah kerusakan jalan akibat beban truk pengangkut barang.
Ketua ALFI Jatim Hengky Pratoko menyatakan selain berpengaruh pada peningkatan volume barang dan logistik dalam hal proses pengiriman dari Surabaya-Jakarta. Rel ganda semestinya juga bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pengangkutan petikemas antara kedua kota besar itu.
"Saat ini memang sudah ada angkutan petikemas antara Jakarta-Surabaya, khususnya antara pelabuhan di Surabaya dan Jakarta. namun, volume ini sebenarnya bisa dimaksimalkan bila infrastruktur moda kereta api ini memang melalui areal bebas hambatan," kata Hengky kepada Kanalsatu, hari ini (Rabu,13/8/14).
Hengky menyatakan sementara ini angkutan petikemas di Indonesia masih sangat konvensional dengan satu gerbong untuk muatan satu atau dua kontenair secara tunggal.
"Padahal saya pernah melihat di Amerika Serikat, bila angkutan petikemas KA bisa mengangkut dengan secara bertumpuk hingga satu gerbong untuk 4 tumpukan kontainer. Tentunya ini akan mengurangi beban jalan darat arteri. Namun hal ini di Indonesia masih sulit terwujud mengingat infrastruktur KA disini belum bebas hambatan akibat banyak bertemu hambatan," tegas Hengky. (Logistics/hd)

Pengusaha Mebel Indonesia
Siap Penetrasi Pasar Internasional
 
pengusaha mebel
 
SURABAYA (LOGISTICS) : Pengusaha-pengusaha Indonesia bertekat untuk menguasai pasar lokal dan internasional. Mereka terlibat melakukan pameran produk masing-masing untuk menunjukan kualitasnya
Pengusaha-pengusaha ini terdiri dari mebel dan furniture, ada sekitar 40 pengusaha yang terlibat. Mereka siap memenuhi kebutuhan nasional dan internasional.Para pengusaha ini bertemu dalam ajang 'Pameran Mebel Produk Ekspor ke-9 tahun 2014 dan Java Furniture Fair 2014' di Grand City, Surabaya. Mereka berlomba menunjukan produk yang diciptakan mampu bersaing, baik secara lokal maupun internasional dengan harga yang lebih murah.
“Pameran ini dilakukan untuk ajang informasi produk furniture. Pameran ini juga membantu pengusaha dan penyuplai barang,” kata Direktur PT Debindo Mitra Tama selaku Profesional Organizer, Mohammad Koshendarman, saat ditemui disela-sela pembukaan pameran, Rabu (13/8/14).
Dengan pameran ini, Koshendarman berharap supaya bisa memacu tingkat produktifitas yang dihasilkan, termasuk meningkatkan kualitas produk lokal yang selama ini masih diragukan. Pameran ini menunjukan kalau produk lokal memiliki kualitas yang sangat tinggi dan tidak kalah dengan produk luar negeri.
Ia yakin, jika melihat kualitas yang ditunjukan produk-produk lokal, pengusaha di Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri. Namun, mereka masih kebingungan untuk menyalurkan produknya. Untuk itu, pameran seperti ini sangat dibutuhkan supaya bisa menambah jaringan lebih banyak.
“Kami memberikan kesempatan kepada pengusaha untuk mengenalkan produknya, kemudian melakukan pembicaraan bisnis dengan pebisnis lain,” ujar dia.
SementaraKepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur (Jatim), Budi Setiawan mengatakan, pameran seperti sangat dibutuhkan untuk mendongkrak pendapatan daerah. Menurut dia, dunia furniture memiliki peran yang sangat besar dalam me- ngembangkan perekonomian Jatim.
“Ada 5076 unit usaha di Jatim, mereka memiliki peran yang besar terhadap per tumbuhan ekonomi di Jatim,” katanya.
Dengan jumlah unit usaha itu, lanjut dia, tenaga kerja lokal yang dimanfaatkan juga cukup besar. Ada sekitar 61.286 tenaga kerja yang berhasil diman faatkan, mereka terlibat dalam peningkatan perekonomian di tanah air. Sebab, pertumbuhan perekonomian Jatim me nunjukan fakta positif. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 15,02%, lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah (Jateng) yang mencapai 8%.
Pertumbuhan yang cukup besar itu didorong karena lokasi Jatim yang cukup strategis di Indonesia. Selain itu, Jatim juga memiliki pelabuhan inter- nasional yang terus berkembang untuk menarik pengusaha dan berinvestasi. “Kita yakin akan menjadi nomor satu pada 2019 dan menyalip Jakarta yang masih menduduki peringkat pertama,” ucapnya.
Jumlah tersebut akan mengalami peningkatan drastis, sebab pada semester I pendapatan yang diperoleh sebanyak Rp. 621,4 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 68% berasal dari makanan dan non makanan, sedangkan furniture sebesar Rp200 triliun. “Jadi ada peningkatan antara 15 hingga 20%. Inikan menunjukan pasar sangat luar biasa,” papar dia.
Untuk mendongkrak pen-dapatan, Budi mengaku akan melakukan pameran yang sama ke daerah-daerah lain di Indonesia, seperti Banjarmasin, Sulawesi, Makassar, dan Batam. Menurut dia, jika sudah menguasai pasar lokal, maka produk ini bisa diteruskan ke pasar internasional. “Peluang pasar internasional pun terbuka, tetapi kita lebih baik menguasai pasar lokal untuk menghadapai pasar bebas mendatang,” pungkas Budi. (Logistics/hd)

 
Pelabuhan Swarangan Bakal Tuntas 2015
 
pelabuhan swarangan
 
PELAIHARI (LOGISTICS) : Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan menyatakan harapan agar proses pembangunan Pelabuhan Laut Swarangan dapat dituntaskan pada 2015 mendatang.
Harapan itu secara khusus disampaikan oleh Dinas Perhubungan dan Informatika Pemkab Tanah Laut.
"Pembangunan Pelabuhan Laut Swarangan dimulai sejak 2009 atau semasa Bupati Tanah Laut (Tala) H Adriansyah," ungkap Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishubinfo kabupaten tersebut HM Rahmadi di Pelaihari, Kamis (7/8/14).
"Bahkan ketika kepe-mimpinan Aad (panggilan Adriansyah), pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat menargetkan pembangunan Pelabuhan Laut Swarangan itu rampung tahun 2015," lanjutnya.
Secara khusus dia, men-yatakan peran Dishubinfo Tala dalam pembangunan pelabuhan tersebut ada beberapa tahap yang sudah dilaksanakan, seperti upaya pembebesan lahan, studi kelayakan dan lainnya.
"Sedangkan untuk men-yelesaikan sisi laut, itu bukan wewenang kita.Yang berwenang menangani masalah itu adalah Unit Penyelenggara Pelabuhan Kintap Tala," terangnya.
Lebih lanjut dia me-ngemukakan, apabila pem-bangunan Pelabuhan Laut Swarangan itu rampung 2015, maka banyak efek positif yang didapat, baik bagi daerah maupun masyarakat Tala dan Kalsel.
"Tentunya banyak usaha masyakarat yang bisa di-kembangkan di sekitar pelabuhan itu nanti, dan ini tentunya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta warga setempat," tegas Rahmadi. (Logistics/hd)

 
Volume Penumpang dan Flight di Bandara Juanda
Untuk Lebaran 2014 Menurun
 
volume penumpang juanda
 
SURABAYA (LOGISTICS) : Selama tahun 2014 untuk volume angkutan Lebaran di Bandara Internasional Juanda mengalami penurunan jumlah penumpang maupun pesawat.
PT Angkasa Pura I Cabang Juanda, menyebutkan tahun ini mengalami penurunan tipis sekitar 3% dibanding periode yang sama tahun lalu.
General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Juanda, Trikora Harjo mengatakan secara kumulatif Angkutan Lebaran yang dimulai H-4 hingga H+7 jumlah penumpang sebanyak 812.279, dengan jumlah pergerakan pesawat 5.872.
Sedangkan periode angkutan lebaran tahun lalu jumlah penumpang mencapai 839.958 dan 6.724 jumlah pergerakan pesawat. Selain itu juga penurunan volume ini disebabkan adanya maskapai yang tutup.
“Itu salah satunya. Juga ada beberapa airline (perusahaan penerbangan) yang mengurangi frekuensi ke Bandara Juanda atau pengalihan ke bandara lain,” kata Trikora Harjo, saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/14)
Trikora menjelaskan salah satu maskapai yang tidak beroperasi adalah TigerAir Mandala dan Merpati yang pada Lebaran tahun lalu masih beroperasi. Selain itu tidak banyaknya pengajuan extra flight (penambahan jam terbang) dari maskapai menjadi faktor lain penyebab turunnya penumpang di Juanda.
Dari jumlah pergerakan penumpang di bandara tersibuk kedua setelah Soekarno Hatta itu, terdiri dari 5.362 pesawat domestik dengan jumlah penumpang domestik mencapai 731.563. Untuk angkutan internasional, jumlah penumpang tercapai 81.226 dengan jumlah pesawat mencapai 509.
Meski mengalami penurunan penumpang dan pesawat, Bandara Internasional Juanda masih bisa tersenyum. Sebab revenue tahun ini naik sekitar 5%dibanding periode yang sama tahun lalu. “Kurang lebihnya naik sekitar 5%, dibanding periode yang sama tahun lalu. Dan kenaikannya bukan dari airport tax atau passnger service charges (PSC),” jelasnya.
Adanya perubahan airport tax per-1 April 2014 lalu turut mengerek pendapatan tahun ini. Tahun lalu airport tax masih dipatok Rp. 40.000 untuk penerbangan domestik, dan Rp. 120.000 untuk penerbangan internasional. Sementara tahun ini perubahannya sebesar Rp. 75.000 untuk penerbangan domestik dan Rp. 200.000 untuk internasional.
“Tetapi pendapatan kita bukan hanya airport tax saja. Masih ada ruang komersil disemua terminal dan belanja komersil. Dan itu ada di dua terminal yang kita kelola,” tegas Trikora.
Trikora menambahkan untuk rencana pada semester kedua tahun ini, PT AP I Juanda berencana mempercantik Temrinal I dengan mem-perbanyak ruang komersil. (Logistics/hd)

 
Tol Diatas Laut
Jakarta - Surabaya Mendesak Dibangun
 
tol diatas laut
 
JAKARTA (LOGISTICS) :Kemacetan di ruas-ruas jalan di pulau Jawa saat mudik lebaran memungkinkan dibangunnya tol atas laut Jakarta - Surabaya. Pengamat transportasi Muslich Zainal Asikin mengatakan proyek pembangunan jalan tol sepanjang pantura itu untuk mengurangi kemacetan itu.
"Untuk mengurangi kema-cetan di Pantura maka jalan tol Jakarta-Surabaya itu harus digenjot dalam 1-2 tahun dan 5 tahun selesai. Maka Pantura tidak akan macet lagi," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta seperti ditulis Sabtu (9/8/2014).
Selain mengurangi ke-macetan, pembangunan jalan tol tersebut dinilai juga akan memberikan dampak positif bagi sektor logistik karena secara otomatis waktu tempuh truk-truk angkutan barang yang biasanya melewati jalur Pantura akan semakin singkat sehingga juga bisa menekan biaya distribusi.
"Kemudian pemerintah keluarkan aturan angkutan truk harus lewat jalan tol itu. Dengan begitu malah membuat pengeluaran pengusaha turun, tidak ada jembatan timbang, lancar, tidak ada pungutan liar, kecelakaan juga menurun, penghematan yang bisa didapatkan akan lebih banyak," lanjutnya.
Untuk masalah anggaran yang biasanya selalu menjadi kendala pembangunan infrastruktur, Muslich me-nyatakan, hal tersebut bisa diambil dari anggaran perbaikan jalur Pantura yang tiap tahunnya menelan biaya hingga mencapai Rp 1,7 triliun tiap tahunnya.
"Biaya perbaikan Pantura kan tiap tahunnya Rp 1,7 triliun. Nah kalau itu bisa dijadikan penyertaan dari pemerintah itu kan ringan sekali," kata dia.
Demi mempercepat waktu pembangunan proyek tersebut, menurut Muslich, bisa atasi dengan keterlibatan banyak BUMN karya dalam pengerjaannya.
"Itu bisa dipotong-potong pengerjaanya jika tidak mampu dikerjakan oleh satu BUMN. Modalnya juga bisa dilakukan penyertaan dana dari pemerintah pusat ke BUMN-BUMN itu. Kalau perlu penugasan langsung kepada BUMN," tandasnya.
Sebagaimana diketahui sejumlah BUMN bergabung dalam sebuah konsorsium untuk melakukan pembangunan proyek Tol diatas laut di Bali atau biasa dikenal sebagai Tol Bandara Ngurah Rai-Benoa yang saat ini telah bisa beroperasi.
Bisa jadi rencana untuk membangun tol di atas laut Jakarta-Surabaya ini ide dasarnya berangkat dari keberhasilan pembangunan tol serupa di Bali tersebut. (Logistics/hd)

 
Bulog Jatim Kesulitan
Lepas Gula ke Pasar
 
bulog lepas gula
 
SURABAYA (LOGISTICS) : Perum Bulog Divre Jatim mengaku, kesulitan memasarkan hingga menjual produk gula yang sudah terbeli di beberapa pabrik gula.
Namun, Bulog tetap berusaha memasarkan gula tersebut dengan strategi ke luar Jatim dan luar wilayah Indonesia Timur (Intim).
“Ini menunjukkan stok gula Bulog cukup dan melimpah. Ini hanya strategi penjualan saja,” kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Rusdianto, Senin (11/8/14).
Berdasar data yang diperoleh menyebut, hingga kini total gula lokal yang telah dibeli Bulog sebesar 9.500 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 8 ribu ton gula dari RNI dan 1.500 ton berasal dari pabrik gula (PG) Rejo Agung Madiun. Sementara, data yang dikutip dari Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Jatim mencatat, pada musim giling tahun 2013 lalu produksi gula di Jatim sebesar 1,2 juta ton, namun menyusut pada April sebesar 500 ribu ton gula.
Upayanya, Bulog Jatim meningkatkan kinerjanya dengan menggenjot kinerja divisi komersial untuk lebih meningkat pendapatannya. Sebab, divisi komersial adalah yang meng-hidupi dan menjadi tulang punggung pendapatan Bulog. “Maka dari itu, melalui berbagai langkah strategis, kami menarget tahun ini bisa membukukan pendapatan hingga Rp2,5 triliun,” jelas Rusdianto.
Menurutnya, target sektor pendapatan komersial pada tahun ini melebihi target setahun sebelumnya. Pada tahun 2013 lalu, Bulog hanya mampu menggalang pendapatan sebesar Rp. 1,3 triliun. “Kami akan merealisasinya, hingga memenuhi target sebesar Rp. 2,5 triliun tahun ini,” tegasnya.
Hanya saja, ingat Rusdianto, tugas tersebut tergantung pada kebijakan subsidi yang diberikan pemerintah. Termasuk dalam hal ini adalah masyarakat kurang mampu yang ditetapkan sesuai data pemerintah. “Tanpa sedikit pun mengambil keuntungan, meski sepenuhnya ditopang dari divisi komersial untuk menghidupi perusahaan,” pungkas Rusdianto.
(Logistics/hd)

 
Harga Kopi Arabica Bali
Melonjak Tajam Sekitar 200%
 
kopi arabica
 
DENPASAR (LOGISTICS) : Harga komoditas produk agro asli Bali, Kopi Arabica Bali mengalami kenaikan signifikan hingga sekitar 200% dari Rp. 16.000 per kg naik menjadi Rp50.000 per kg pada periode minggu awal Agustus 2014.
Komoditas kopi jenis arabika itu merupakan hasil perkebunan rakyat di tingkat petani di daerah perdesaan di Kabupaten Bangli, Karangasem dan Badung, Bali.
Sementara itu harga komoditas itu pada awal Januari 2014 masih berkisar tercatat Rp. 34.000/kg.
"Petani memproduksi buah kopi berkualitas sehingga hargapun terus merangkak dan hampir setiap bulan naik sesuai mekanisme pasar," kata Kepala Dinas Perkebunan Bali, I Dewa Made B Duwuran, di Denpasar, hari ini (Selasa, 12/8/14).
Secara umum harga kopi arabika maupun robusta di daerah ini selama 2014 memang terus naik, termasuk hasil budidaya lain, di antaranya kakao, vanili, mete dan tembakau yang semuanya sudah memasuki pasar ekspor.
Lebih jauh Duwuran menyebutkan, kakao hasil perkebunan rakyat Bali yang mulai memasuki pasar ekspor juga naik dari Rp. 32.800 pada Januari lalu menjadi Rp. 38.000/kg dalam minggu I Agustus 2014.
Secara khusus penambahan nilai jual tersebut cukup berarti bagi masyarakat pekebun di daerah perdesaan.
Vanili hasil petikan petani Bali yang sebagian besar dikapalkan untuk memenuhi permintaan konsumen di Amerika Serikat tersebut harga di tingkat petani cukup stabil dalam sepanjang pertengahan tahun ini yakni Rp. 20.000/kg (basah).
Sedangkan vanili kering yang sudah siap ekspor masih tetap Rp100.000/kg sepanjang 2014. Bali baru memper-dagangkan kopi, kakao dan vanili ke pasar antarbangsa dengan perolehan devisa cukup bagus.
Dewa Made Buana mengakui Kakao produksi petani daerah ini dalam jumlah terbatas belasan ton per bulan baru mulai memasuki pasar ekspor dengan tujuan utama konsumen Amerika Serikat, Australia, dan Jerman.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali melaporkan, realisasi perdagangan luar negeri berupa kakao baru tercatat sebanyak 67 ton yang dikapalkan ke pasar ekspor dengan harga 586.798 dolar AS selama Januari-Mei 2014.
Perolehan devisa itu ternyata mampu menyalip hasil perdagangan kopi Bali yang selama ini sudah memasuki pasar mancanegara terutama ke Jepang, Prancis, dan negara Eropa lainnya yang hanya US$426.580 hasil pengapalan 66 ton. (Logistics/hd)

 
Ekspor Juni 2014 Naik 4%
 
ekspor juni
 
JAKARTA (LOGISTICS) : Pemerintah mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni 2014 meningkat 4% jika dibandingkan dengan ekspor pada Mei 2014.
Lebih jauh Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa nilai ekspor Indonesia pada Juni 2014 mencapai US$15,42 miliar. Dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pada Juni 2014 nilai ekspor mengalami peningkatan sebesar 4,45%.
Lebih lanjut, BPS juga merinci ekspor nonmigas pada Juni 2014 mencapai US$12,63 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,43% jika dibandingkan capaian Mei 2014. Sementara, jika dibandingkan dengan ekspor pada Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,58%.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari-Juni 2014 mencapai US$88,83 miliar, atau menurun 2,46% dibanding periode yang sama tahun lalu. Demikian juga dengan ekspor nonmigas yang mencapai US$73,14 miliar, menurun 2,14% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ter-besar ekspor non-migas pada Juni 2014 terhadap Mei 2014 terjadi pada per-hiasan/permata, yaitu sebesar US$338,8 juta, atau sekitar 109,21%. Sementara, penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral, sebesar US$138,5 juta atau 7,35%.
Jika dilihat dari negara tujuannya, ekspor nonmigas ke Amerika Serikat pada Juni 2014 merupakan yang terbesar, yaitu US$ 1,41 miliar. Disusul kemudian Tiongkok, US$1,33 miliar dan Jepang US$1,21 miliar. Kontribusi ketiganya mencapai 31,30%. Sementara, ekspor ke 27 negara Uni Eropa mencapai US$1,44 miliar.
Menurut sektornya, ekspor hasil industri pengolahan nonmigas periode Januari-Juni 2014 mengalami kenaikan sebesar 4,47% dibanding periode yang sama tahun lalu. Demikian juga dengan ekspor hasil pertanian nonmigas yang juga mengalami kenaikan sebesar 3,55%. Sementara, ekspor hasil tambang dan lainnya nonmigas mengalami penurunan sebesar 27,05%. (Logistics/hd)

 
Ekonomi Jepang Merosot,PDB Jadi 6,8%
 
ekonomi jepang
 
TOKYO (LOGISTICS) : Perekonomia nasional negara Jepang kini mulai menunjukkan signal kemerosotan dengan beberapa indikasi berupa penurunan angka produk domestik bruto (PDB) sebesar 6,8% pada kuartal II-2014.
Secara khusus proses penurunan perekonomian Jepang itu termasuk yang terbesar sejak 2011 ketika negara tersebut dilanda gempa bumi dan tsunami.
Bahkan secara khusus disebutkan angka PDB tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan yang diperkirakan sejumlah ekonom. Sebelumnya, pemerintah Jepang mengira PDB Jepang hanya menyentuh 7,1%.
Secara lebih umum proses penurunan perekonomian negara Jepang itu ditengarai disebabkan oleh pe-nerapan pajak penjualan oleh pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Pajak penjualan Jepang meningkat drastis dari 5% ke 8% pada April lalu. Hal itu membuat konsumsi lokal Jepang yang ber-konstribusi 60% terhadap perputaran roda ekonomi semakin tertekan. Gara-gara pajak itu, konsumsi turun 5% pada kuartal lalu.
Berdasarkan perhitungan per kuartal, ekonomi Jepang menyusut 1,7% pada kuartal kedua. Padahal, pada tiga bulan pertama, ekonomi negara itu sempat naik 1,5%.
Adapun pertumbuhan ekonomi mencapai 6,1% pada kuartal pertama tahun ini. “Para konsumen sengaja membelanjakan uang mereka sebelum pajak diberlakukan pada April lalu. Kolapsnya aktivitas ekonomi pada kuartal lalu sebagian besar disebabkan oleh penaikan pajak,” kata Marcel Thieliant, ekonom Jepang di Capital Economics. (Logistics/hd)

 
Proyek Jalur KA di KALTIM
Senilai Rp. 20 Triliun Tuntas 2019
 
proyek jalur ka
 
BALIKPAPAN (LOGISTICS ) Proyek Pembangunan jalur kereta api di wilayah Provinsi Kalimantan Timur dipastikan akan tuntas dan dioperasikan pada 2019.
Pernyataan itu disampaikan secara tegas oleh Arie Nauvel Iskandar, Director of External Affairs PT Kereta Api Borneo (KAB).
"Akhir 2015 pengerjaan konstruksi akan mulai dilakukan dan kami berharap pada 2019 rel kereta api sudah bisa dioperasikan," ungkap Arie Nauvel Iskandar, kepada wartawan di Samarinda, Rabu (13/8/14).
Lebih jauh pembangunan rel kereta api yang melalui jalur dari Kutai Barat melintasi Balikpapan hingga Penajam Paser Utara itu, kata Arie Nauvel Iskandar, akan menelan anggaran Rp. 20 triliun.
"Saya belum bisa menyebutkan biaya secara keseluruhan tetapi untuk pembangunan rel kereta api sendiri akan menelan anggaran hingga Rp. 20 triliun," kata Arie Nauvel Iskandar.
Saat ini lanjut dia, tenaga dilakukan survei untuk menentukan titik-titik pembangunan jalur rel kereta api tersebut. Namun, dia mengakui saat ini belum ada pengerjaan secara fisik sebab masih melakukan proses survei serta pengurusan izin.
"Proses survei untuk menentukan titik yang baik secara teknis setelah itu akan dilanjutkan dengan proses perizinan, pembebasan lahan kemudian pengerjaan konstruksi yang rencananya mulai dilakukan pada akhir 2015. Jadi, dari sisi teknis sudah tidak ada masalah tinggal dua hal yang masih dalam proses yakni perizinan dan persiapan pembebasan lahan," kata Arie Nauvel Iskandar.
Pembangunan rel kereta api Kaltim itu lanjut dia merupakan proyek dua pemerintah yakni Indonesia dengan Rusia.
"Pembangunan rel kereta api ini merupakan salah satu proyek MP3I sehingga harus menjadi prioritas sebab kegiatan ini merupakan proyek dua pemerintah dimana sebelumnya dilakukan pertemuan antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Rusia Vladimir Putin," ujar Arie Nauvel Iskandar.
Dalam menunjang keberadaan rel kereta api Kaltim itu lanjut Arie Nauvel Iskandar, pada awal 2015 akan dikirim 50 orang yang akan disebar di tiga perguruan tinggi di Rusia yakni, Russian University, Saint Petersburg University serta di Rostov University.
"Tenaga kerja nanti sebagian dari Kaltim dan awal 2015 kami akan mengirim 50 orang untuk mengikuti pendidikan di tiga perguruan tinggi di Rusia. Mereka akan menempuh pendidikan terkait perkeretaapian di Rusia selama enam tahun, satu tahun untuk bahasa dan lima tahun pendidikan," katanya.
"Ke-50 orang itu akan dipersiapkan sebagai tenaga di tiga utama yakni, operasi, tenaga maintenance atau pemeliharaan serta terkait pengelolaan rel kereta api. Jadi, setelah pulang keahlian mereka setara dengan master dan bukan S1 sehingga akan memilki kemampuan yang angat kompetitif," kata Arie Nauvel Iskandar.
Rel kereta api Kaltim yang terintegrasi dengan pelabuhan dan pembangkit listrik itu lanjut dia awalnya diperuntukkan untuk transportasi pengangkutan batu bara.
"Konstur tanah di Kaltim kurang mendukung untuk pembangunan rel kereta api tetapi dengan teknologi hal itu bisa dilakukan, tetapi tentu berdampak pada tingginya nilai investasi. Dengan kondisi itu, maka sulit ditutupi hanya dengan kereta api penumpang sehingga untuk tahap awal hanya untuk pengangkutan batu bara dan hasil alam lainnya," katanya. (Logistics/hd)