Logistics Journal Nomer 182 / Maret 2017
cover maret 2017
 
 


Editorial - PAPERLESS
Tidak lebih dari 5 (lima tahun) ke depan akan terjadi perubahan yang sangat mendasar dalam pola pelayanan jasa yang bisa menggunakan atau berbasis komputer. Khususnya yang terkait dengan flow of document dan flow of money yang pada gilirannya akan bergerak juga pada flow of good.
Sudah banyak instansi Pemerintah, BUMN maupun swasta yang telah siap memanfaatkan keunggulan dari basis komputer ini. Hasil dari pemanfaatan ini sering kita kenal dengan istilah online. Contoh, instansi Bea Cukai sudah lama menerapkan flow of document mulai impor dan ekspor yang terkait dengan Indonesian Single Window (INSW) dan Asian Single Windows (ASW) yang terbaru adalah pembayaran secara online. Kalau perbankan sudah dipastikan siap untuk apapun yang menjadi kebijakan di sektor jasa kepelabuhanan yang terkait dengan pelayanan online. Karena setiap flow of money pihak perbankan selalu dengan sungguh-sungguh mengikuti pola yang dikehendaki stake holder penentu alur layanan jasa. Sedangkan perusahaan BUMN atau anak perusahaannya sebagai terminal operator juga sudah sebagian besar menerapkan online system dalam pembayaran jasa-jasanya, seperti halnya perusahaan jasa kepelabuhanan lainnya yang terkait, seperti pelayaran, freight forwarder atau jasa lainnya.
Hambatan yang saat ini masih belum bisa diurai adalah flow of document pada perusahaan pelayaran yang masih menerapkan offline pada pihak pengguna jasanya. Juga pada beberapa pihak angkutan darat yang belum menggunakan fasilitas online. Kondisi seperti ini tidak akan bertahan lama, karena tuntutan keadaaan menghendaki percepatan pelayanan serba cepat menggunakan layanan online.
Turbulensi teknologi informasi tidak bisa dihindari lagi. Lompatan-lompatan kemajuan perkembangannya telah banyak merubah tatanan dan pola-pola usaha di berbagai sektor kegiatan ekonomi. Hampir semua sektor usaha ekonomi akan terus berubah dalam memberikan pelayanan dengan berbasis online, ini bukanlah sekedar trend tapi kebutuhan dasar pengguna jasa yang terus berkembang dan akan menggilas mereka yang tidak beradaptasi dengan tuntutan pengguna jasa akan kecepatan pelayanan yang dikehendaki.
Paperless adalah sebuah makna yang tidak perlu dokumen faktual, tapi pertukaran dokumen melalui basis pertukaran data elektronik berbasis online. Harapannya semua proses bisnis tidak lagi berlari ke sana kemari untuk melengkapi persyaratan dan keabsahan dokumen. Semuanya sudah selesai di dalam proses online. Sektor usaha ekonomi hampir sebagian besar sudah menggunakan fasilitas online, sektor di usaha jasa kepelabuhanan sudah sebagian menggunakan sebagian lainnya belum. Tunggu tidak lebih dari lima tahun akan berubah juga akhirnya. (guslim-maret'17)

 
Menhub Fasilitasi Shuttle Bus Untuk Angkutan Ro - Ro Tanjung Priok - Pandang Panjang
Mantan orang nomor satu di PT Angkasa Pura II tersebut mengatakan, shuttle bus gratis yang akan disediakan tersebut guna mengangkut penumpang-penumpang yang akan menggunakan kapal roll on roll off (Ro-ro) rute Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta – Pelabuhan Panjang, Lampung.
“Ke depan pihaknya [Menhub] juga berencana bersama Perum Damri dan PPD untuk menyediakan shuttle bus gratis dari sejumlah titik untuk mengangkut penumpang yang akan menggunakan kapal ro-ro ini,” demikian tertulis dalam siaran pers Kemenhub, Jakarta, Rabu (8/3/2017)
Dia mengatakan, dalam kurun waktu satu tahun terdapat 3 kapal ro-ro per hari yang melayani lintas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta – Pelabuhan Panjang, Lampung. Oleh karena itu, dia mencatat, setidaknya terdapat 500 truk yang dapat dialihkan dari jalan raya ke kapal ro-ro pada lintas tersebut.
Hanya saja, dia mengungkapkan, rata-rata tingkat keterisian atau okupansi truk di kapal ro-ro di rute Pelabuhan Panjang, Lampung – Tanjung Priok, Jakarta baru sebesar 60%. Sementara itu, tingkat okupansi penumpang di kapal ro-ro pada rute yang sama baru mencapai 20%.
Oleh karena itu, dia menuturkan perlu adanya perbaikan terkait dengan promosi. Dia menginginkan promosi segera dilakukan.
Dia menyatakan, biaya yang harus dikeluarkan oleh para pelaku usaha truk ketika menggunakan kapal ro-ro lebih rendah apabila dibandingkan dengan menggunakan jalan raya.
“Karena apa? Satu, karena sparepart [Suku cadang], kedua karena [ongkos] tol, ketiga biaya BBM solar, dan keempat karena di jalan banyak orang yang harus dikasih,” katanya.
Kemudian, dia meminta operator kapal Ro-ro pada lintasan Lampung – Jakarta – Semarang – Surabaya – Padangbay – Lembar menggunakan kapal dengan usia muda dan memiliki kecepatan lebih dari 20 knot.
Dengan begitu, dia berharap dapat meningkatkan efektivitas waktu perjalanan kapal sehingga lebih menarik minat para pengusaha angkutan truk untuk mengalihkan kendaraannya dari jalan raya ke kapal ro-ro.
Sementara itu, Sekretaris Perum DAMRI Arifin mengatakan, pihaknya akan melaksanakan angkutan umum gratis tersebut apabila hal tersebut merupakan penugasan terhadap perusahaan.
Meskipun akan menjalani angkutan tersebut, dia mengingatkan kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap pelayanan perusahaan yang selama ini secara reguler melayani trayek Jakarta – Lampung pulang dan pergi.
Dia menyatakan, sejauh ini penumpang angkutan umum DAMRI rute Jakarta – Lampung pulang dan pergi mencapai 700-800 orang per hari. Sementara itu, jumlah penumpang bisa mencapai 1.000 orang pada waktu week end.
Rute bus DAMRI dari Jakarta menuju Lampung atau sebaliknya, dia mengungkapkan, salah satu rute perusahaan yang mendatangkan keuntungan.
 
Rekomendasi Uji Petik armada Ro-Ro akan dtinjau ulang
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan saat ini sedang melakukan pengecekan kembali terkait catatan dan rekomendasi uji petik kapal-kapal Ro Ro beberapa waktu lalu.
Tim uji petik yang terdiri dari Marine Inspector Kantor Pusat Ditjen Hubla dan Tim Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) telah melakukan pemeriksaan uji petik secara acak terhadap 11 kapal Ro Ro di tiga pelabuhan, yakni Tanjung Priok, Tanjung Emas Semarang dan Merak Banten pada pertengahan Januari lalu.
Hasilnya tim menemukan adanya kekurangan pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal yang bersifat minor. Mereka pun telah memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki.
Bobby R Mamahit, Dirjen Perhubungan Laut mengatakan pihaknya akan bersikap tegas terkait dengan kondisi kelaiklautan kapal di Indonesia. Untuk menindaklanjuti hasil uji petik tersebut, pihaknya melalui syahbandar pelabuhan terkait tengah melakukan pemeriksaan kembali apakah kapal-kapal tersebut telah melaksanakan rekomendasi yang diberikan atau belum.
"Kalau dia tidak lengkapi akan kami cabut ijin kapalnya, tapi kalau BJL I kemarin sudah kami cabut. Itu dari hasil uji petik sudah tidak mungkin melayari," ujarnya, Kamis (27/2).
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Yan Risuandi mengungkapkan tidak ada batas waktu untuk setiap kapal untuk memperbaiki ataupun melengkapi kelaiklautan, tetapi ada kewajaran waktu sekitar satu bulan setelah catatan rekomendasi dikeluarkan.
"Sekarang pada tahap kami meminta kepada syahbandar apakah sudah dilaksanakan rekomendasi kami apa belum," ujarnya.
Kekurangan kapal diantaranya masih adanya pintu kedap air pada main deck/car deck tidak dapat ditutup dengan rapat/kedap, ramp door pada buritan kapal tidak tertutup dengan baik, rescue boat tidak dilengkapi dengan poster cara penurunan serta pintu menuju kamar mesin tidak dilengkapi daun pintu.
Begitu juga di Pelabuhan Merak, tim uji petik menemukan kekurangan yang bersifat minor seperti kurangnya familiarisasi terhadap penggunaan alat-alat kebakaran dan keselamatan. (Logistics/bisnis.com/hd)

 
ALFI Gagas Pameran Logistik Oil dan Gas Pasca Jadi Tuan Rumah Pameran Logistik Terbesar di ASEAN
JAKARTA (LOGISTICS) : Setelah Indonesia menjadi tuan rumah pameran logistik terbesar di Asean, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) berencana menggagas event yang lebih besar lagi.
Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan pihaknya segera mengevaluasi hasil dari pada penyelenggaraan tahun ini.
"Semua peserta akan kembali mengikuti kegiatan yang sama pada tahun depan dan bahkan kami akan mengembakan pada kegiatan logistik oil dan gas," katanya kepadaBisnis.com di Jakarta pada Minggu (5/3/2017).
Pada 2-4 Maret 2017 Indonesia menyelenggarakan pameran logistik CeMat Southeast Asia. Ini pertama kalinya Indonesia dipercaya menghelat pameran logistik internasional.
Pameran dan konfrensi yang diselenggarakan selama 3 hari ini dihadiri peserta dari 16 negara seperti Malaysia, Singapura, China, India, Taiwan, Jepang, Jerman, Swiss, Thailand, Inggris, Australia dan Italia. Sebanyak 5.000 peserta menghadiri kegiatan tersebut.
Penyelenggaraan CeMat Southeast Asia mendapat dukungan dari ALFI, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
 
Jadi Tuan Rumah Pameran Logistik Terbesar ASEAN
Indonesia akan menjadi tuan rumah pameran logistik terbesar se -ASEAN untuk pertama kalinya tahun ini.
Pameran ini akan menghadirkan ITE Group Plc asal Inggris melalui PT Debindo International Trade Exhibitions untuk menyelenggarakan CeMat Southeast/TransAsia Jakarta/ ColdChain Indonesia.
Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengaku menyambut baik kerjasama CeMat Sotheast Asia, TransAsia Jakarta, dan ColdChain Indonesia.
Ia berharap, eksibisi ini dapat menghadirkan solusi agar industri logistik di kawasan ASEAN khususnya Indonesia, dapat lebih maju dengan mengembangkan jaringan bisinis, dan meminimalisir biaya logistik yang masih tinggi.
“Kami menyambut baik eksibisi ini. Diharapkan, dari kerjasama CeMat Southeast Asia, TransAsia Jakarta, dan ColdChain Indonesia dapat mengembangkan jaringan bisnis dan menjadi solusi bagi kemajuan industri logistik di kawasan ASEAN terutama Indonesia, ” ujar Yukki di Jakarta (28/2/2017).
Indonesia sendiri dianggap sebagai negara dengan peluang besar bagi bisnis logistik. Kegiatan ini akan diselenggarakan mulai tanggal 2-4 Maret 2017 mendatang di ICE BSD City, Tangerang.
Event ini akan dihadiri peserta dari 16 negara seperti Malaysia, Singapura, Cina, India, Taiwan, Jepang, Jerman, Swiss, Thailand, Inggris, Australia dan Italy, yang dimana dihadiri oleh lebih dari 5000 peserta.
“Jadi, bisa dipastikan bahwa pameran ini bukan hanya sebuah pertemuan yang tidak menghasilkan. Lebih dari itu, kita akan mengejar peluang kerjasama sekecil apapun. Ini akan jadi awal yang baik untuk mengubah wajah industri logistik dalam negeri,” imbuhnya.
Sebagai informasi, penyelenggaraan CeMAT telah sukses diadakan di Hannover Jerman, Shanghai China, Moskow Rusia, Mumbai India, dan Melbourne Indonesia. (Logistics/bisnis.com/hd)

 
Bandara di KIT Perlu Berbenah Untuk Tunjang Sector Logistic Perikanan
JAKARTA (LOGISTICS) : Sejumlah bandara di kawasan Indonesia Timur perlu pembenahan untuk menunjang logistik komoditas perikanan.
Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura Logistik Satrio Witjaksono mengatakan, wilayah Indonesia Timur merupakan sentra industri perikanan utama. Hanya saja pengangkutan via udara tidak maksimal lantaran fasilitas yang tidak memadai.
"Yang perlu disiapkan adalah cold storage dan runway-nya diperpanjang," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (8/3/2017).
Dia menyebut, kota-kota yang fasilitas bandaranya perlu ditingkatkan yaitu Manado (Sam Ratulangi), Biak (Frans Kaisiepo), Ambon (Pattimura), dan Kupang (Eltari).
Menurutnya, dengan memperpanjang runway atau landasan pacu, pesawat yang lebih besar akan bisa mendarat di kota tersebut. dengan demikian kapasitas angkut juga akan semakin banyak.
Sedangkan dengan adanya cold storage, ikan akan bisa disimpan lebih lama. Pasalnya, ikan merupakan komoditas yang cepat rusak jika tidak disimpan di suhu rendah.
 
Beberapa Pusat Logistik Berikat Belum Optimal
Lebih jauh, sebagai salah satu paket kebijakan ekonomi Pusat Logistik Berikat atau PLB diklaim belum berdampak positif bagi sejumlah pelaku usaha dengan komoditas tertentu.
Ivan Kamadjaja, CEO PT Kamadjaja Logistics mengakui PLB milik Kamadjaja Logistics yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, belum beroperasi karena belum memiliki customer.
Dia mengatakan, PLB adalah sebuah konsep baru yang ditetapkan pemerintah melalui paket kebijakan ekonomi II. Namun, masih banyak aturan teknis yang belum meng akomodasi banyak hal.
“Misalnya, rokok boleh atau tidak? Begitu juga masalah IT,” ungkap Ivan kepada Bisnis, Rabu (8/3/2017).
Dia mengatakan, salah satu penyebab kosongnya PLB di Cibitung dikarenakan calon customer sudah menempatkan barang mereka ke PLB lain. Salah satu customer tetap Kamadjaja Logistics adalah PT Unilever Indonesia yang telah memasukkan barang- mereka untuk disimpan ke PLB miliki Agility.
“Namun, Maret ini, kami akan buka PLB sejenis di Surabaya. Di sana sudah adacustomer, Unilever juga. Dia yang meminta kami buka di sana,” tuturnya.
Dia menyebut Kamadjaja Logistics akan mengikuti kebutuhan pelanggandimana tempat yang bagus untuk membuka PLB. Beberapa lokasi yang kerap disebutkan oleh pelanggan adalah Surabaya dan Medan.
Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan pihaknya sudah menerima sejumlah pengaduan dari perusahaan-perusahaan logistik yang memiliki PLB dan tidak mendapatkan profit sesuai target.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah masih konsisten dengan pengembangan PLB. Oleh sebab itu tahun ini, pemerintah masih akan melakukan peresmian sejumlah kawasan sebagai PLB. Menurutnya, PLB masih menjadi program andalan pemerintah guna mengefisiensikan biaya logistik. (Logistics/Bisnis.com/hd)

 
PT AP II Kaji Pembangunan Cargo Village di Bandara Kualanamu
JAKARTA (LOGISTICS) : Operator 13 bandara di Indonesia, PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mengkaji peluang pembangunan cargo village di Bandara Kualanamu, setelah rampungnya pembangunan cargo village di Bandara Soekarno Hatta.
Denny Fikri, Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo (AP KArgo), anak usaha PT Angkasa Pura II mengatakan seusai tender untuk mitra operator cargo village Bandara Soekarno-Hatta bulan ini, induk usaha akan melakukan tender untuk kontruksi pengembangan kawasan cargo village September 2017.
“Kalau infrastruktur yang akan dibangun itu yang di Cengkareng, kalau yang di daerah sebenarnya infrastruktur sudah jadi semua, misalnya di Kualanmu fasilitas sudah bagus, parkir pesawat sudah ada, lini I baru bagus, kawasan kosong masih luas, lini II sudah bagus,” tutur Denny kepada Bisnis, Senin (6/3).
Denny menyebut, tantangan AP Kargo saat ini adalah bagaimana memastikan tingkat keterisian kargo menuju Kualanamu cukup banyak.
Pasalnya, AP Kargo ingin ada volume kargo yang besar di bandara tersebut. Dengan demikian, AP II juga bisa menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub internasional untuk Indonesia bagian Barat.
“Cuman mungkin volume kita saat ini masih banyak di Cengkareng, jadi saat ini hub kita coba, dan kita review dulu tetapi nanti konsep cargo village di Bandara Kualanamu pasti akan berbeda dengan Cengkareng,” terangnya.
Denny belum mau mengatakan secara detail konsep cargo village di Kualanamu. Menurutnya, konsep tersebut masih dalam kajian dalam internal perusahaan.
Dia menyebut kendala saat ini tidak banyak volume pengiriman barang keluar ataupun ekspor dari Bandara Kualanamu. Sebaliknya, arus barang masuk alias impor melalui Bandara Kualanamu mudah terbilang cukup tinggi.
Kesenjangan volume keluar-masuk barang inilah yang membuat AP Kargo sebagai anak usaha AP II masih merahasiakan konsep besar cargo village di Kualanamu.
“Barang masuk banyak, tetapi barang keluar sedikit. Karena industri tidak ada, belum maksimal, berbeda sama Jakarta,” tegasnya.
Denny menyebut, selain di Bandara Kualanamu, AP Kargo juga akan meningkatkan volume kargo pada 11 bandara lainnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Awaluddin mengatakan, guna menggenjot kontribusi pendapatan aeronautika ke depannya, Angkasa Pura II mendirikan dua anak usaha baru pada 2016, yakni PT Angkasa Pura Propertindo (APP) dan PT Angkasa Pura Kargo (APK).
Kedua anak usaha baru ini melengkapi anak usaha yang sebelumnya sudah beroperasi, yaitu PT Angkasa Pura Solusi (APS). Dari ketiga anak usaha ini, Angkasa Pura II optimistis porsi pendapatan nonaeronautika akan terus meningkat.
Saat ini, kontribusi pendapatan dari bisnis aeronautika masih lebih besar ketimbang bisnis nonaeronautika. Dia berharap bisnis nonaeronautika pada 2018 bisa mencapai 50% atau lebih, dari total pendapatan perusahaan. (Logistics/bisnis.com/hd)

 
Arpeni Akan Operasikan 4 Unit Kapal Ro-Ro Jakarta-Surabaya
JAKARTA(LOGISTIK) : Kementerian Koordinator Kemaritiman menyatakan bahwa salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang penyediaan jasa transportasi laut, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk., siap turut menyediakan sebanyak empat kapal ro-ro untuk melayani rute Jakarta - Surabaya.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan menyambut baik rencana keterlibatan swasta dalam menyediakan kapal roro Jakarta - Surabaya tersebut.
"Mereka tadi katanya siap,menyiapkan empat kapal," tuturnya usai menggelar pertemuan dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk., di Kemenko Kemaritiman, Senin (6/3).
Menurutnya dengan turut sertanya swasta dalam penyediaan sarana transportasi laut, yakni kapal Ro-Ro Jakarta - Surabaya itu, maka beban kelebihan kendaraan yang biasanya dialami jalan raya, bisa dialihkan ke moda transportasi laut.
Menurutnya dengan beroperasinya kapal Ro- Ro tersebut maka akan berdampak pada berkurangnya tingkat kepadatan lalu lintas di jalur darat, sehingga biaya logistik dapat ditekan dengan sebaik-baiknya.
Pasalnya, dalam satu kapal, jumlah truk yang bisa diangkut dalam sekali jalan bisa mencapai kisaran 269 truk.
"Jadi tidak semua lewat darat. Kapal roro ini bisa mengangkut 269 truk kontainer. Sekarang sudah ada, kapalnya udah mau jalan. Itu nanti pagi dan sore," ujarnya.
Selain itu, pada sisi lain, dengan mengandalkan perjalan via laut menggunakan kapal Ro-Ro iru, maka ribuan truk juga akan lebih terhindar dari praktek pungutan liar yang dilakukan oleh sejumlah oknum saat menempuh perjalanan darat.
“Kita berharap beberapa bulan ke depan sudah ada kapal ro-ro Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, Jakarta - Bandar Lampung, dll. Kalau ini jalan, akan membuat ekonomi kita ekonomis lagi, juga mengurangi pungli-pungki," terangnya.
Pihaknya berharap per usahaan swasta tersebut dapat merealisasikannya setidaknya enam bulan ke depan. "Katanya sedang melakukan pembicaraan dengan perbankan,jadi ya sekitar 6 bulanan lah," ujarnya.
Hal senada disampaikan juga oleh Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, yang mem benarkan bahwa PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. akan ikut menggarap kapal ro-ro rute Jakarta - Surabaya.
"Katanya empat kapal, bertahap, dua dua dulu. Nanti satu dari Jakarta dan satunya dari Surabaya. Perjalanan kan sekitar 22 jam, jadi nanti 2 jam loading 22 jam perjalanan," terangnya.
Pihaknya juga sependapat untuk dapat juga mendorong peran swasta dalam penyediaan kapal ro-ro untuk mengangkut truk kontainer dari Jakarta - Surabaya tersebut.
Pasalnya, beban jalanan di sepanjang jalur Jakarta - Surabaya, terutama Pantura, sudah sangat berlebihan, sehingga perlu dialihkan melalui moda transportasi laut.
"Tentu ini akan mendorong biaya logistik semakin murah," ujarnya. Pihaknya pada intinya sangat mendukung peran serta swasta dalam hal tersebut, tentu dengan tanpa mengesampingkan perusahaan pelat merah.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk., Oentoro Surya enggan memberikan komentarnya usai menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan si Kemenko Kemaritiman, Senin (6/3).
Hingga berita ini diturunkan, Bisnis juga sudah berusaha menghubungi Corporate Secretary PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk., namun juga belum mendapatkan jawaban.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mendorong penggunaan kapal feri dalam angkutan lebaran 2017 guna mengurangi jumlah kendaraan yang berada di jalan raya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jumlah kendaraan di jalan raya dapat berkurang cukup signifikan apabila kendaraan-kendaraan seperti bus dapat dialihkan menggunakan kapal feri.
“Kalau kapal Ro-ro [Roll on roll off] bisa berjalan dengan baik, maka kalau katakan bisa 400 bus masuk ke dalam kapal roro, itu akan signifikan,” kata Budi, Jakarta, Jumat (24/2).
Menurutnya Pemerintah pada angkutan lebaran tahun ini ingin menggunakan jalur laut sebagai salah satu alternatif untuk angkutan lebaran, selain jalur berbasis rel yang telah mulai dilakukan.
 
Menhub : Angkutan Ro-Ro Jakarta-Semarang-Surabaya Mesti Beroperasi 1 April 2017
Menteri Perhubungan Budi Kar ya Sumadi meminta angkutan kapal feri ja rak jauh rute Jakarta – Semarang – Sura - baya bisa beroperasi paling telat 1 April 2017.
Permintaan itu disampaikan ke - pada PT ASDP Indonesia Ferry dan operator kapal feri swasta guna mempersiapkan operasional ang kutan kapal berjenis roll on roll off (Ro-Ro) dalam satu bulan. “Saya akan upayakan paling lam bat April .
Jadi, 1 April sudah kick off Ro-Ro itu,” katanya seusai menjadi pembicara kun ci diskusi bertema Industri Pi lihan Dalam Kerangka Strategi In dustrialisasi Indonesia 2045 yang di gelar Universitas Diponegoro dan Komite Ekonomi dan Industri Na sional (KEIN) di Semarang, Rabu (22/2).
Menhub menjelaskan beberapa kali diskusi antarpemangku kepentingan dilakukan guna menyiapkan kapal Ro-Ro rute Jakarta – Semarang – Surabaya. Budi Karya menambahkan diskusi intensif itu akan terus di lanjutkan sampai dengan kapal Ro-ro rute Jakarta-Semarang-Surabaya ber operasi. Dalam diskusi tersebut, dia me - ngatakan salah satu yang diba has adalah soal tarif yang akan dikenakan kepada perusahaan ang - kut an barang berbasis jalan raya.
Masalah tarif itu sangat sensitif ka rena terkait langsung dengan prog ram pengalihan angkutan ba rang dari jalan raya menuju ka pal Ro-ro. “Sekarang ini kan ada ukuran tarif, waktu, kendaraannya sendiri. Nanti, kita akan buka-bukaan. Kalau memang efi sien dan bisa ber saing, lakukan itu,” tegasnya.
Budi Karya berjanji akan mem - berikan subsidi angkutan barang yang memanfaatkan kapal Ro-Ro lin tas Jakarta-Semarang-Surabaya. Saat ini, tuturnya, Ke men te rian Perhubungan belum meng alo - kasikan subsidi kapal Ro-ro lintas Jakarta – Semarang – Surabaya
Namun, Menhub menegaskan akan menganggarkan dalam APBN Per ubahan 2017 jika diperlukan. “Kita sudah pernah diskusi se - kali, tapi kita akan diskusi lagi te rus kita matangkan,” katanya. Menhub meyakini pasar peng - guna angkutan kapal feri jarak ja uh rute Jakarta – Semarang – Surabaya cukup banyak mengingat po tensi pasarnya juga besar. Potensi pasar angkutan kapal Ro-ro, ungkapnya, tergambar dari ang kutan feri jarak jauh di rute lain.
Saat ini, rute feri jarak jauh yang sudah beroperasi adalah rute Pelabuhan Panjang, Lampung – Pe labuhan Tanjung Priok, Jakarta dan rute Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya – Pelabuhan Lembar, Lom bok. Budi Karya mengklaim banyak angkutan barang beralih dari jalan raya ke kapal Ro-Ro di dua rute tersebut. “Tinggal berapa kita sang - gup, berapa pelabuhan sanggup, me reka akan pindah,” tuturnya.
Untuk mendukung pelaksanaan ope rasional kapal Ro-Ro Jakarta – Semarang – Surabaya, menhub se gera mengeluarkan peraturan khusus berkaitan dengan ope ra - sio nal jembatan timbang. Beleid jembatan timbang di jalur pantai utara (Pantura) dilakukan sem bari menjalankan angkutan ka - pal Ro-ro rute Jakarta – Semarang -Surabaya. Kemenhub bakal membatasi ang kutan barang yang melewati jalur Pantura karena jalur itu terus mengalami kerusakan meskipun setiap tahun diperbaiki.
“Kita membatasi sesuai kapasitas. Ka takanlah, truk maksimal 10 ton, ya 10 ton. Kalau lebih, kembali. Ti dak ada istilah-istilah denda,” katanya. Selama ini, dia menuturkan denda yang dikenakan terhadap truk bermuatan berlebih di jem - batan timbang tidak sesuai dengan be saran biaya yang dikeluarkan un - tuk memperbaiki kerusakan jalan.
 
KESIAPAN ARMADA
Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fah mi menyatakan pihaknya sudah menyiapkan satu kapal Ro-ro. Pada hari ini, Kamis (23/2), imbuhnya, ASDP juga bakal bertemu lagi dengan pemangku kepentingan guna membahas feri jarak jauh.
“Kita ada 1 kapal Portlink 3 yang su dah kita siapkan,” katanya. Saat ini, dia menuturkan tan - tangan operasional angkutan kapal feri jarak jauh adalah soal biaya truk melalui jalur darat masih le bih murah. Tidak hanya itu, dia mengungkapkan masih ada keterbatasan sarana untuk angkutan kapal feri jarak jauh.
Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) bi - dang Distribusi dan Logistik, me nyatakan masih berat jika feri jarak jauh Jakarta-SemarangSu rabaya dipaksakan beroperasi pada April.
Apalagi, tegasnya, pe labuhan sandar kapal Ro-Ro meng gunakan pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan III. Dia menghitung biaya di pelabuhan jika menggunakan pelabuhan BUMN bisa mencapai 5%-15%. Dengan komposisi itu, pa parnya, tarif feri jarak jauh kemungkinan akan lebih mahal dibandingkan dengan melalui jalur darat.
Dia menyarankan pemerintah perlu memberikan subsidi jika ang kutan kapal Ro-Ro dipaksakan ber operasi pada April 2017. Menurutnya, pemerintah bisa mengalihkan dana perbaikan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat untuk subsidi kapal Ro-Ro.
Dia berharap proyek kapal Ro-Ro rute Jakarta – Semarang – Surabaya berjalan secara berkesinambungan atau tidak sekadar menjadi proyek seremonial yaitu jalan di awal kemudian berhenti.Permintaan itu disampaikan ke - pada PT ASDP Indonesia Ferry dan operator kapal feri swasta gu na mempersiapkan operasional ang kutan kapal berjenis roll on roll off (Ro-Ro) dalam satu bulan.
“Saya akan upayakan paling lam bat April . Jadi, 1 April sudah kick off Ro-Ro itu,” kata - nya seusai menjadi pembicara kun ci diskusi bertema Industri Pi lihan Dalam Kerangka Strategi In dustrialisasi Indonesia 2045 yang di gelar Universitas Diponegoro dan Komite Ekonomi dan Industri Na sional (KEIN) di Semarang, Rabu (22/2). Menhub menjelaskan beberapa kali diskusi antarpemangku ke - pentingan dilakukan guna menyiap kan kapal Ro-Ro rute Jakarta – Semarang – Surabaya.
Budi Karya menambahkan dis - kusi intensif itu akan terus di lan - jut kan sampai dengan kapal Ro-ro rute Jakarta-Semarang-Surabaya ber operasi. Dalam diskusi tersebut, dia me - ngatakan salah satu yang diba has adalah soal tarif yang akan di kenakan kepada perusahaan ang - kut an barang berbasis jalan raya. Masalah tarif itu sangat sensitif ka rena terkait langsung dengan prog ram pengalihan angkutan ba rang dari jalan raya menuju ka pal Ro-ro.
“Sekarang ini kan ada ukuran tarif, waktu, kendaraannya sendiri. Nanti, kita akan buka-bukaan. Kalau memang efi sien dan bisa ber saing, lakukan itu,” tegasnya. Budi Karya berjanji akan mem - berikan subsidi angkutan barang yang memanfaatkan kapal Ro-Ro lin tas Jakarta-Semarang-Surabaya. Saat ini, tuturnya, Ke men te rian Perhubungan belum meng alo - kasikan subsidi kapal Ro-ro lintas Jakarta – Semarang – Surabaya. Na mun, Menhub menegaskan akan menganggarkan dalam APBN Per ubahan 2017 jika diperlukan. “Kita sudah pernah diskusi se - kali, tapi kita akan diskusi lagi te rus kita matangkan,” katanya.
Menhub meyakini pasar peng - guna angkutan kapal feri jarak ja uh rute Jakarta – Semarang – Su rabaya cukup banyak mengingat po tensi pasarnya juga besar. Potensi pasar angkutan kapal Ro-ro, ungkapnya, tergambar dari ang kutan feri jarak jauh di rute lain. Saat ini, rute feri jarak jauh yang sudah beroperasi adalah rute Pelabuhan Panjang, Lampung – Pe labuhan Tanjung Priok, Jakarta dan rute Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya – Pelabuhan Lembar, Lom bok.
Budi Karya mengklaim banyak angkutan barang beralih dari jalan raya ke kapal Ro-Ro di dua rute tersebut. “Tinggal berapa kita sang - gup, berapa pelabuhan sanggup, me reka akan pindah,” tuturnya. Untuk mendukung pelaksanaan ope rasional kapal Ro-Ro Jakarta – Semarang – Surabaya, menhub se gera mengeluarkan peraturan khusus berkaitan dengan ope ra - sio nal jembatan timbang.
Beleid jembatan timbang di jalur pantai utara (Pantura) dilakukan sem bari menjalankan angkutan ka - pal Ro-ro rute Jakarta – Semarang -Surabaya. Kemenhub bakal membatasi ang kutan barang yang melewati jalur Pantura karena jalur itu terus mengalami kerusakan meskipun setiap tahun diperbaiki. “Kita membatasi sesuai kapasitas. Ka takanlah, truk maksimal 10 ton, ya 10 ton. Kalau lebih, kembali. Ti dak ada istilah-istilah denda,” katanya. Selama ini, dia menuturkan denda yang dikenakan terhadap truk bermuatan berlebih di jem - batan timbang tidak sesuai dengan be saran biaya yang dikeluarkan un - tuk memperbaiki kerusakan jalan. (Logistics/bisnis.com/hd)

 
Kemenhub Terbitkan Regulasi Baru Hasil Revisi Perhitungan Tarif Angkutan Udara
Perintis JAKARTA (LOGISTIK) : Guna meningkatkan kelancaran dan kesinambungan pelayanan angkutan udara perintis, Kementerian Perhubungan merevisi aturan penghitungan tarif penumpang angkutan udara perintis.
Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM No. 18/2017 tentang formulasi biaya operasi penerbangan angkutan udara perintis dan tarif penumpang angkutan udara perintis 2017.
“Beleid ini menggantikan PM No. 194/2015 tentang tarif angkutan udara perintis. Beleid baru menyangkut tarif angkutan udara perintis berlaku mulai 22 Februari 2017,” ujar JA Barata, Plt Kapuskom Publik Kemenhub, Selasa (07/03).
Dalam beleid baru, tarif penumpang angkutan udara perintis dihitung berdasarkan atas tiga hal, yakni pertama, penggunaan pesawat udara jenis propeller dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 30 kursi.
Kedua, total biaya operasi pesawat udara berdasarkan biaya penuh (full costing) dengan tingkat keuntungan atau margin paling banyak sebesar 10%. Ketiga, daya beli masyarakat, data realisasi penerbangan tahun sebelumnya dan data keuangan maskapai.
Sementara pada beleid sebelumnya, tarif penumpang angkutan udara hanya dihitung berdasarkan biaya pokok operasi pesawat udara, daya beli masyarakat dan data realisasi penerbangan perintis sebelumya.
Kemudian, perhitungan biaya operasi pesawat udara pada beleid baru juga lebih rinci ketimbang beleid sebelumnya. Formulasi biaya operasi dihitung berdasarkan biaya jasa angkutan udara per satuan unit produksi, ditambah keuntungan.
Biaya jasa angkutan udara terdiri dari dua komponen, yakni biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung antara lain seperti sewa pesawat, asuransi, gaji kru, gaji teknisi, pelumas, bahan bakar, tunjangan kru, pemeliharaan.
Kemudian, jasa kebandarudaraan, jasa navigasi penerbangan, jasa groundhandling dan biaya katering penerbangan. Sedangkan, biaya tidak langsung hanya meliputi biaya organisasi dan biaya pemasaran atau penjualan.
Adapun, maskapai yang mengenakan pungutan dan atau biaya tambahan, termasuk juga biaya tambahan dengan sifat alternatif pilihan oleh penumpang di luar ketentuan beleid baru, wajib mendapatkan persetujuan dari Menteri.
Untuk diketahui, jumlah rute penerbangan perintis pada tahun mencapai 193 rute. Apabila terdapat rute baru dan tarif angkutan udara perintis belum ditetapkan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara dapat memberlakukan tarif sementara.
 
Garuda Buka 3 Rute Penerbangan Perintis Baru
Maskapai penerbangan plat merah, Garuda Indonesia berencana membuka rute penerbangan dengan menyasar destinasi yang memiliki bandara perintis di Sulawesi Selatan.
Sentot Mujiono, VP Region Kalimantan, Sulawesi & Papua-‎Garuda Indonesia, mengemukakan destinasi yang tengah dijajaki perseroan tersebut meliputi Tana Toraja, Selayar dan Palopo yang dinilai potensial karena memiliki daya tarik dari sisis pariwisata.
"Kami saat ini tengah memantau pertumbuhan penumpang di tiga destinasi ini, namun memang trennya cukup baik, sangat potensial," katanya, Kamis (2/3/2017).
Jika terealisasi, lanjut Sentot, pelayanan penerbangan ke bandara perintis pada tiga destinasi tersebut akan menggunakan pesawat baling-baling jenis ATR72-600.
Menurutnya, seluruh destinasi tersebut selain memiliki potensi menarik kunjungan wisatawan juga ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup agresif sehingga berpengaruh pada mobilitas masyrarakat dan membutuhkan moda transportasi yang cepat.
Terlebih, kondisi geografis tiga destinasi tersebut yang berada di daratan tinggi maupu kepulauan sehingga akses melalui darat dari Makassar membutuhkan waktu yang cukup lama jika ditempuh melalui jalur darat.
"Perencanaan sudah kami siapkan, untuk jadwal penerbangan memungkinkan dilayani tiga kali dalam sepekan. Tetapi itu tentu masih bisa berubah dengan melihat tren pasar penumpang udara untuk Toraja, Palopo dan Selayar," paparnya.
Adapun untuk skala regional, urai Sentot, ekspansi layanan penerbangan perintis juga akan dilakukan pada sejumlah destinasi di Sulawesi, Papua dan Kalimantan.
Di sisi lain, perseroan juga memacu tingkat keterisian pesawat atau load factor di hub Makassar melalui penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair 2017 yang dijadwalkan berlangsung pada 10-12 Maret mendatang.
Pada even tersebut, perseroan membidik angka transaski penjualan tiket sebesar Rp20 miliar untuk seluruh rute yang dilayani baik domestik maupun internasional dengan titik keberangkatan melalui Makassar.
"Namun memang, untuk GATF ini lebih cenderung menyasar masyarakat yang memiliki perencaaan liburan ke destinasi-destinasi layanan Garuda. Tetapi ini signifikan dalam mendongkrak tingkat keterisian, untuk GATF di Makassar sendiri kami targetkan ada 20.000 pengunjung," paparnya.
Manager Sales & Service Garuda Indonesia Makassar, Agung Gunawan menambahkan tema "more for less" yang diangkat pada GATF 2017 Makasar, yang dimaksudkan memberikan kemudahan dalam merencanakan perjalanan liburan ke puluhan destinasi.
Dia menjelaskan, pihaknya menggandeng Bank Mega dan 13 travel agen yang ikut berpartisipasi. "Selama pameran, ada cash back, coucher hingga Rp 100 juta dan promo paket wisata murah," bebernya.
(Logistik/bisnis.com/hd)

 
Akan Dimulai April 2017 Penerbangan Cargo Manado - Jepang
MANADO (LOGISTICS) : Para pelaku usaha di sektor perikanan mulai April 2017 bisa mengirim langsung komoditas ikan segar ke Jepang menyusul rencana penerbangan kargo langsung ke Manado.
Wakil Ketua Kamar Dagang & Industri (Kadin) Sulawesi Utara, Daniel Singal Pesik, mengatakan penerbangan langsung tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kadin dengan The Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI).
"Seminggu mereka terbang dua kali, bahkan ada rencana seminggu empat kali. Tapi perlu juga disinggung, cool room di airport harus ditambah agar kualitas tidak downgrade," jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (8/3/2017).
Menurut Daniel, komoditas ikan segar merupakan primadona bagi sejumlah negara seperti Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Amerika Serikat. Dia mengakui, permintaan ikan segar tidak pernah turun. Namun, produksi saat ini di Sulawesi Utara tengah turun sehingga tidak mampu memenuhi permintaan yang tinggi.
Oleh karena itu, dia mengimbau para pengusaha perikanan di para pengusaha ikan di kawasan timur Indonesia (KTI) untuk bisa memanfaatkan penerbangan kargo langsung tersebut agar ekspor ikan segar tetap menggeliat.
Secara umum, Daniel memperkirakan ekspor Sulut bakal merangkak mulai April 2017. Dalam tiga bulan pertama, dia mengakui ekspor masih lesu seiring dengan siklus produksi di awal tahun yang masih rendah.
BPS mencatat, ekspor Sulut pada Januari 2017 turun 37% secara tahunan menjadi US$56,78 juta. Nilai ekspor bahkan tergerus hingga 54,51% bilan dibandingkan dengan posisi Desember 2016.
Disisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mencatat tingkat realisasi belanja mencapai Rp167 miliar per Februari 2017 atau kurang dari 5% dari target yang dicanangkan. Satuan kerja perangkat daerah atau SKPD diminta untuk tidak menunda-nunda penggunaan anggaran agar serapan belanja bisa optimal.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw, mengatakan realisasi belanja anggaran tersebut terbilang rendah karena haya setara 4,7% dari target Rp3,5 triliun. "Jadi untuk SKPD saya minta jangan tunda-tunda lagi, Mei nanti mungkin perlu ada APBDP [anggaran pendapatan dan belanja daerah-perubahan]," jelansya dalam Apel Kerja Aparatus Sipil Negara di Manado, Senin (6/3/2017).
Sementara itu, realisasi pendapatan Sulawesi Utara lebih tinggi dari realisasi belanja. Realisasi pendapatan provinsi Nyiur Melambai itu telah mencapai Rp452,8 miliar ata 12,73% dari target Rp3,55 triliun. Realisasi pendapatan terutama disumbang oleh komponen pendapatan asli daerah atau PAD.
Di sisi lain, tahun ini, Sulawesi Utara bakal menerima dana transfer dari pusat sebanyak Rp4,42 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Rp1,34 triliun dana alokasi umum (DAU), Rp990 miliar dana alokasi khusus (DAK), Rp961 miliar dana bagi hasil (DBH), dan Rp961 miliar dana desa. (Logistics/bisnis.com/hd)