I N F O

Download Sosialisasi BTKI dan  Registrasi Kepabeanan [unduh]

baca

ALFI Harapkan INSW Tidak Mudah Shut-Down
Indonesia harus segera mengadopsi sistem national single window dari beberapa negara lain di Asia Tenggara untuk menin gkatkan kualitas Indonesia National Single Window agar tak mudah down.
Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) ini mengatakan dalam satu tahun terakhir Indonesia National Single Window (INSW) bisa mengalami permasalahan dan menyebabkan down system hingga empat kali.
“INSW kita ini kalah di [ ... ]

baca

ALFI Yakin Bisnis Cargo Udara Naik 10%
JAKARTA (LOGISTICS) : Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia optimistis keterisian kargo internasional bisa meningkat 10% jika dibuka kran bisnis kargo di bandara-bandara utama sebagai hub udara keluar negeri lain.
Arman Yahya, Wakil Ketua Umum Angkutan Udara Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta memprediksi ada kenaikkan yang pesat jika pemerintah membuka beberapa peluang baru pada bisnis kargo.
“Kenaikkan berpeluang minimal antara [ ... ]

baca

18 Bank Setuju Tampung Dana Repatriasi Hasil Tax Amnesty   JAKARTA (LOGISTICS) : Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan sebanyak 18 bank setuju untuk menampung dana repatriasi modal dari hasil program amnesti pajak. Bank yang memenuhi syarat ada 19, tapi setelah dipanggil tadi hanya 18 yang bersedia," kata Robert dalam jumpa pers terkait kebijakan amensti pajak di Jakarta, Senin (18/7/16).
Robert menjelaskan 18 bank perseps [ ... ]

baca
Logistics Journal Nomor : 186 / Juli 2017
 
Cover Juli 2017
 


Editorial - BISNIS FORWARDING
Kembali bisnis forwarding disempurnakan regulasinya, yaitu melalui Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 49 tahun 2017, tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Jasa Transportasi. Perubahan ini merupakan penyempurnaan dan sepertinya sudah final, karena dalam ketentuan penutupnya disebutkan, Peraturan Menteri Perhubungan sebelumnya, seperti PM 74, 78, 146, 12 dan 130 yang mengatur JPT dinyatakan tidak berlaku lagi.
Layanan usaha forwarding menurut peraturan ini sangat banyak dan beragam. Ada 21 jenis layanan usaha yang tertulis di peraturan ini, mulai dari penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan sampai dengan jasa kurir dan/atau barang khusus bawaan. Ragam layanan ini merupakan kegiatan usaha yang secara faktual adalah kegiatan logistik, seperti yang tertuang dalam huruf "r" yaitu penyediaan layanan logistik di pasar nasional dan internasional secara konvensional dan/atau elektronik.
Bahkan sebenarnya tidak perlu lagi ada peraturan yang terkait usaha multi moda, karena disebutkan secara tegas forwarder adalah pengangkut kontraktual atau Non Vessel Operator Common Carrier (NVOCC). Predikat layanan ini tidak lagi secara teoritis di buku modul Basic Freight forwarding Course tapi tertuang dalam peraturan menteri.
Apakah penegasan itu akan menaikkan posisi tawar bisnis forwarder dihadapan costumernya, ataukah bisnis forwarder bisa memposisikan dengan benar terhadap regulatornya, ataukah forwarder berani memposisikan eksistensi bisnisnya terhadap BUMN yang berbisnis sama di bidang forwarder.
Ketika berhadapan dengan costumer skala industri besar dengan volume pekerjaan yang tinggi, banyak forwarder tidak berdaya atau tidak punya daya tawar. Bahkan tarif layanan usaha forwarder pun ditentukan atau didikte oleh costumer bukan didasarkan pada realitas mekanisme pasar. Ketika berhadapan dengan regulator, perusahaan forwarder belum mendapatkan perlakuan proporsional sesuai dengan regulasinya. Sehingga regulasi untuk forwarder belum tentu dapat menjamin keberlangsungan usahanya. Saat berhadapan dengan BUMN Kepelabuhanan yang melakukan ekspansi usaha di forwarder juga, maka pelaku usaha forwarder hanya bisa gigit jari jika anak perusahaan BUMN tersebut agresif melakukan kegiatan usaha dengan fasilitas yang didahulukan oleh BUMN induknya.
Penguatan dan penataan bisnis di pelabuhan, baik laut maupun udara, adalah konsistensi para pihak yang ada di dalamnya untuk menjalankan mekanisme usaha, menegakkan regulasi dan menjunjung tinggi etika bisnis dengan benar, maka kondusivitas iklim usaha akan berjalan dengan dinamis. Apabila salah satu pihak tidak menjalankan prinsip-prinsip tersebut, maka harapan terakhir adalah regulator sebagai wasit yang akan meluruskannya. Namun jika regulator pun tidak berdaya untuk menegakkan aturan, maka pelaku bisnis harus melakukan konsolidasi sesama pelaku bisnis sejenis untuk menggerakkan asosiasinya agar membantu menyelesaikan persoalannya. Melakukan mediasi kepada instansi-instansi Pemerintah yang terkait dengan problem yang dihadapi oleh pelaku bisnis anggotanya.
Walaupun memang disebut di dalam Peraturan Menteri Perhubungan yang baru ini tentang peran dari asosiasi untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, maka diharapkan asosiasi juga mampu memenuhi kebutuhan dan kepentingan anggotanya dalam memajukan bisnisnya. Melalui peraturan menteri yang sudah final ini, menjadi suatu kewajiban bagi pelaku bisnis forwarder untuk memiliki tenaga ahli sesuai dengan pelayanan usahanya. Bisa tenaga ahli kepabeanan, ahli forwarder atau lainnya yang terkait.
Ada yang menarik di peraturan menteri yang baru ini, adalah Pemerintah yang mengeluarkan izin usaha akan menghentikan sementara apabila ada kejenuhan atau menurunnya aktivitas usaha di bidang forwarder, atau dengan kata lain suply and demand sudah tidak berimbang antara volume pekerjaan tidak sebanding dengan banyaknya pelaku bisnis forwarding. Karena jika terlalu banyak pelaku bisnis sedangkan kuwe yang diperebutkan tidak beranjak membesar, maka akan terjadi perang tarif sekaligus akan meredusir keuntungan yang wajar yang seharusnya bisa didapat oleh forwarder. Semoga ketentuan aturan ini benar-benar dilaksanakan dengan konsisten oleh Pemerintah penerbit izin usaha. Jika aturan ini tidak ditegakkan oleh Pemerintah penerbit izin usaha yang nota bene juga pembuat aturan itu sendiri, maka pelaku bisnis hanya bisa mengadu pada rumput bergoyang. (guslim-jul'17)

 
Asean Federation Forwarders Associations Buat Platform Kalaborasi Berjudul Hive
JAKARTA (LOGISTICS) : Asean Federation Forwarders Associations (AFFA) membuat platform kolaborasi bernama Hive. Platform ini berguna sebagai sarana komunikasi dan mempercepat arus barang di regional Asean.
Presiden Asosiasi Logistik Thailand (TIFFA) Kettivit Sittisoontornwong mengutarakan, penggunaan platform seperti ini merupakan pertama kali di kawasan Asean.
"Hive akan membawa nilai tambah bagi anggota. Dapat memulai bisnis baru, jaringan partner bisnis baru dengan tingkat biaya dan risiko yang rendah, "katanya dalam keterangan resmi, Selasa (11/7/2017).
Alvin Chua, Presiden Asosiasi Logistik Malaysia menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam platform ini akan membawa manfaat dan keuntungan bagi anggotanya.
Sebelumnya, AFFA telah mengadakan pertemuan di Bangkok pada 30 Juni lalu untuk menandatangani nota kesepakatan dalam rangka mendorong akselerasi percepatan perjanjian perdagangan lintas batas di kawasan Asean.
Kegiatan ini dihadiri oleh oleh 4 kelompok asosiasi logistik di Asean dari total 10 asosiasi yakni ILFA (Indonesia), FMFF (Malaysia), SLA (Singapura) dan TIFFA (Thailand) dengan jumlah anggota lebih dari 6000 orang.
Total keseluruhan asosiasi logistik yang bergabung dalam AFFA berjumlah 10 asosiasi dengan jumlah perusahaan sebanyak 10.254.000. Tahun depan AFFA menargetkan agar seluruh asosiasi tersebut dapat ikut serta dalam kerjasama lintas negara di Asean.
Disisi lain, Pelaku industri logistik Asia Tenggara perlu berkolaborasi guna mempercepat perpindahan barang antarnegara di kawasan ini.
Ketua Umum Asean Federation Forwarders Associations (AFFA) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, atas dasar pemikiran itulah tercetus ide membuat platform bersama bernama Hive.
“Hive berarti sarang. Platform ini membuat anggota asosiasi logistik di Asean semakin harmonis dan memungkinkan pengiriman di Asean semakin mudah dan terintegrasi,"katanya di Jakarta, Selasa (11/7/2017).
Didukung oleh layanan Global eTrade Services (GeTS), Hive memiliki basis data dan validasi untuk otoritas bea cukai di seluruh dunia
Dijelaskan Yukki, di dalam platform Hive terdapat tiga fasilitas yang bisa mendorong percepatan sistem logistik. Pertama, Partner Discovery Service (PDS), yaitu sebuah aplikasi berbasis media sosial untuk mencari pengguna baru dan partner bisnis potensial.
Sistem ini sekaligus memungkinkan para penggunanya untuk menginisiasi, atau menciptakan koneksi dan kolaborasi dengan perusahaan lain baik di dalam maupun luar negeri.
Kedua, Trade Compliance Service (TCS), sebuah sistem terintegrasi untuk memudahkan kelengkapan administrasi perdagangan dengan pemerintah terkait.
Sistem ini membantu untuk mengurangi kompleksitas dalam proses pengiriman dan penerimaan barang, memangkas biaya, hingga memperbaiki kesalahan data saat proses input.
Ketiga adalah Members Management System (MMS). Fungsinya membantu anggota asosiasi dalam manajerial portal dan anggotanya, seperti pengiriman dokumen penting dan surat edaran secara otomatis.
“Ketiga fasilitas layanan tersebut memberikan manfaat bagi kinerja perusahaan logistik, dimana sebelumnya mereka sering mengalami kesulitan untuk menjalankan sistem namun kini semuanya dapat terintegrasi dalam satu platform,” papar Yukki. (Logistics/bisnis.com/hd)

 
Menperin Minta Industri Mamin Nasional Perluas Pasar
JAKARTA (LOGISTICS) : Pemerintah mengimbau pelaku industri makanan dan minuman nasional untuk memperluas pangsa pasar dalam upaya meningkatkan kinerja salah satu industri andalan ini
Pernyataan ini setidaknya disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, melalui keterangan pers yang dibagikan ke wartawan, Minggu (16/7/17).
"Pasar domestik dan ekspor masih besar. Yang terpenting untuk industri ini juga adalah ketersediaan bahan baku sehingga mendorong investasi terus tumbuh," kata dia, lewat keterangan pers diterima di Jakarta, Minggu.
Selain itu, dia meminta industri melakukan terobosan inovasi produk yang dihasilkan sehingga dapat diminati konsumen dalam negeri dan mancanegara.
Dia menyampaikan imbauan itu pada silaturahmi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, di Jakarta.
Dari sisi sektor industri, sumbangan subsektor industri makanan dan minuman terhadap ekonomi nasional terbesar dibandingkan subsektor lain, yaitu 32,79 persen pada triwulan I 2017.
"Pangsa pasar yang besar ini juga diikuti dengan pertumbuhan yang tinggi pula. Pertumbuhan industri makanan dan minuman pada triwulan I 2017 mencapai sebesar 8,15 persen," ujarnya.
 
Industri Mamin Tambah Investasi
Sementara itu sebelumnya pada beberapa saat yang lalu, Kementerian Perindustrian aktif mendorong kinerja industri makanan dan minuman di dalam negeri karena sektor ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dan memberikan konstribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Langkah strategis yang dilakukan antara lain memacu peningkatan produktivitas dan daya saingnya agar mampu berkompetisi di pasar domestik dan ekspor.
“Upaya tersebut sejalan dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi untuk memperhatikan perkembangan industri kita saat ini, sekaligus saya diminta menagih dan memonitor masterplan investasi Coca-Cola di Indonesia sebesar 500 juta dolar AS dari 2015 hingga tiga tahun ke depan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian Fasilitas Produksi dan Pusat Distribusi Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) di Pandaan, Jawa Timur, belum lama ini.
Menperin, melalui siaran pers, menyampaikan apresiasi kepada CCAI atas komitmen investasinya tersebut, di mana hingga saat ini sudah terealisasi USD300 juta dan masih tersisa USD200 juta.
"Kami juga menyambut baik ekspansi CCAI saat ini karena mendukung target investasi industri di Indonesia pada tahun 2017 sebesar Rp500 triliun dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Menperin juga meminta kepada CCAI ikut terlibat mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan pendidikan vokasi.
CCAI menggelontorkan dana sekitar USD42 juta untuk pembangunan Mega Distribution Center Pandaan sebagai gudang penyimpanan dengan kapasitas 40 juta botol dan fasilitas produksi pengolahan preform (pembutan botol kemasan plastik) berkapasitas 1 miliar unit per tahun.
CCAI merupakan perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan produk-produk dengan merek dagang dari lisensi The Coca-Cola Company. CCAI telah memiliki 8 pabrik pembotolan di Cibitung, Cikedokan, Medan, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar dengan 37 lini produksi dan 5 lini perform serta menyerap tenaga kerja sebanyak 11 ribu orang.
Sebelumnya, CCAI terdapat 3 Mega Distribution Center di Medan, Cibitung, dan Semarang serta melayani sekitar 765 ribu direct costumer.
Presiden Direktur CCAI Kadir Gunduz mengatakan, perusahaan terus mewujudkan optimisme dalam rencana yang konsisten berorientasi pada pertumbuhan, termasuk mendukung agenda pemerintah dalam mendorong kinerja industri nasional khususnya sektor makanan dan minuman.
"Fasilitas baru ini menciptakan keterampilan proses produksi dari para karyawan CCAI setara dengan proses produksi kelas dunia,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, CCAI memiliki komitmen kuat dalam berinvestasi melalui pembangunan fasilitas dan penerapan teknologi. Misalnya, akademi pelatihan pertama CCAI didirikan di Jawa Timur, yang keberhasilannya mampu memperluas bisnis di Indonesia.
"Saat ini, CCAI menjalankan tujuh akademi pelatihan di enam functions dan menyediakan hingga 35 ribu training days setiap tahun,”tuturnya.
Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, pelaku industri makanan dan minuman nasional perlu melakukan upaya-upaya strategis guna meningkatkan mutu, produktivitas dan efisiensi di seluruh rangkaian proses produksi.
"Langkah ini juga harus sejalan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta kegiatan penelitian dan pengembangan,” tegasnya. (Logistics/ant/hd)

 
PT Pelindo III Lantik 23 Pejabat Struktural
SURABAYA (LOGISTICS) : Sebanyak dua puluh tiga orang pejabat struktural di lingkungan PT Pelindo III (Persero) dilantik oleh Direksi Pelindo III pada Jumat (14/7/2017).
Dari jumlah itu, tiga orang pejabat dilantik sebagai pucuk pimpinan Direksi di anak dan cucu perusahaan Pelindo III yaitu PT Terminal Teluk Lamong, PT Pelindo Marine Service dan PT Berlian Manyar Sejahtera, sementara untuk perubahan pada pimpinan cabang total ada 3 General Manager yang dilantik.
Hadir pada acara pelantikan, Direktur Utama, Ari Askhara, Direktur Komersial dan Operasi, M Iqbal, Direktur SDM dan Umum, Toto Heli Yanto, Direktur Keuangan, U. Saefudin Noer dan Direktur Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Husein Latief.
Ari Askhara dalam sambutan pelantikannya memberikan ucapan selamat atas promosi jabatan baru kepada para pejabat yang baru dilantik, serta menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pejabat lama atas totalitas dedikasinya selama menjabat. Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar dalam suatu perusahaan sebagai bentuk dinamika perusahaan.
“Pejabat baru harus segera mengenali bidang dan medan kerja yang baru, mau belajar dan tidak malu bertanya. Sikap kooperatif seperti itu merupakan kunci sukses keberhasilan kepemimpinan,” ujarnya dalam siaran pers yang dilansir pada hari yang sama.
Terkait dengan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance (GCG), Ari Askhara mengatakan, Pejabat yang dilantik harus melaksanakan pekerjaan berdasarkan prinsip GCG dengan menghindari kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan golongan dengan memberikan kontribusi positif pada perusahaan.
“Hal itu adalah guna memenuhi tuntutan tugas untuk mengembangan perusahaan sehingga perusahaan bisa terus tumbuh dan berkembang,” tuturnya.
Berikut daftar nama pejabat yang dilantik di lingkungan Pelindo III:
Dothy sebagai Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong yang sebelumnya menjabat sebagai Plt SM Peralatan pada Direktorat Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Pusat.
Ali Sodikin sebagai Direktur Utama PT Pelindo Marine Service yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager Tanjung Intan Cilacap.
Hendiek Eko S sebagai Direktur Utama PT Berlian Manyar Sejahtera yang sebelumnya menjabat sebagai SM Fasilitas Pelabuhan.
Arief Prabowo sebagai General Manager Terminal Petikemas Semarang (TPKS) yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik dan Operasional PT BJTI.
Budi Siswanto sebagai General Manager Tanjung Intan Cilacap yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT BMS.
I Putu Sukadana sebagai General Manager Tenau Kupang yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Operasi Pelabuhan Tanjung Perak.
Ari berharap dengan adanya penyegaran pejabat baru dapat memberikan kontribusi lebih untuk majunya Pelindo III, sehingga pelayanan dan produktifitas pelabuhan, serta semangat kerja dapat lebih meningkat.
“Keluarkan kemampuan terbaik dan terus berikan ide-ide kreatif supaya Pelindo III terus meningkat produktifitasnya, tetap rendah hati dan santun dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan,” pungkasnya.

 
Bongkar Muat Petikemas di Tanjung Perak Semester I 2017 Naik 31%
SURABAYA (LOGISTICS) : PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak mencatat kenaikan bongkar muat petikemas sebesar 31% dalam enam bulan pertama 2017.
Kenaikan kinerja bongkar muat petikemas juga sejalan dengan kenaikan kunjungan kapal, terutama dari kapal berbobot besar.
Kepala Humas Pelindo III Tanjung perak, Fernandes A. Ginting, mengatakan total bongkarmuat petikemas selama semester I/2017 mencapai 287.91 TEUs atau tumbuh 31% secara tahunan (yoy). Bila menggunakan satuan boks, jumlah bongkarmuat boks di Tanjung Perak mencapai 261.686 boks atau naik 32% secara tahunan.
“Sebagian besar kinerja di Pelabuhan Cabang Tanjung Perak mengalami kenaikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Bisnis.com, Senin (17/7/2017).
Dia menerangkan, kenaikan kinerja bongkar muat petikemas berbanding lurus dengan arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak. Dalam enam bulan 2017, arus kapal mencapai 43.335.141 GT atau naik 2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 42.516.151 GT.
Untuk bongkar muat non petikemas, Pelabuhan Tanjung Perak juga mencatat kenaikan 0,2% menjadi 8.058.694 ton. Sementara itu, bongkar muat curah cair tercatat 1.137.849 Ton atau naik 12%. Pelabuhan Tanjung Perak juga mencetak arus hewan sebesar 1% menjadi 9.545 ekor atau 1% lebih tinggi dari target seebar 9.446 ekor.
Di sisi lain, arus penumpang juga mengalami sedikit peningkatan 1,46% menjadi 209.261 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 203.015 penumpang domestik sedangkan sisanya penumpang luar negeri. Fernandes mengatakan, kenaikan penumpang merupakan buah dari renovasi dan modernisasi fasilitas di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara yang dilakukan sejak 2014 lalu.
 
Kinerja PT Pelindo III meningkat
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III sebagai salah satu BUMN penyediaan jasa kepelabuhanan mencatat kinerja operasional yang positif pada arus petikemas, arus barang, dan kunjungan kapal pada semester pertama 2017.
Trafik arus petikemas dalam satuan boks di semester I/2017 tercatat meningkat sebesar 2% yang terealisasi sebesar 1.923.425 boks dibandingkan periode yang sama 2016 yang tercatat sebesar 1.883.493. Sedangkan dalam satuan TEUs tercatat meningkat sebesar 3% yang terealisasi sebesar 2.376.592 TEUs dibandingkan periode yang sama 2016 yang tercatat sebesar 2.303.566 TEUs.
Direktur Utama Pelindo III Ari Askhara menyampaikan bahwa selain arus petikemas, kunjungan kapal pada semester pertama 2017 dalam satuan Gross Tonnage (GT) juga menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Tercatat arus kunjungan kapal mengalami peningkatan sebesar 7% yang terealisasi sebesar 116.675.651 GT dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 108.443.763 GT.
Sedangkan dalam satuan unit arus kunjungan kapal mengalami penurunan sebesar -7% tercatat pada 2017 sebesar 28.785 unit dibanding dengan periode yang sama 2016 tercatat sebear 30.795 unit. Penurunan dalam hal jumlah unit tersebut dikarenakan ukuran kapal yang melakukan kegiatan operasional di pelabuhan wilayah Pelindo III semakin besar jika dilihat dari ukuran GT nya.
Untuk arus barang pada semester pertama 2017 mengalami peningkatan sebesar 19% yang tercatat sebesar 39.698.691 ton dibandingkan dengan periode yang sama 2016 tercatat sebesar 32.079.287 ton. Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat menjabarkan untuk arus barang perdagangan luar negeri mencapai 9.648.582 ton dan dalam negeri mencapai 30.050.109 ton pada 2017.
Selain itu, Pelindo III melakukan pengembangan untuk beberapa pelabuhannya yang diperuntukkan untuk wisata marina diantaranya Banyuwangi-Jawa Timur, Lombok Barat-NTB, Benoa-Bali, dan Labuan Bajo-NTB.
Lebih lanjut Faruq mengatakan bahwa pembangunan fisik fasilitas pelabuhan marina dilakukan bertahap. Hingga saat ini baru 1 pelabuhan marina yang beroperasi yakni di Pelabuhan Marina Benoa-Bali. Askhara menyebut 2 lokasi lainnya saat ini tengah dalam tahap konstruksi yakni Pelabuhan Marina Boom-Banyuwangi dan Pelabuhan Marina Gilimas-Lombok Barat.
“Pelabuhan Marina Boom-Banyuwangi saat ini konstruksi sudah mencapai sekitar 85 persen. Kami targetkan pada awal 2018 mendatang sudah beroperasi secara penuh,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (14/7/2017).
Dia menambahkan Pelabuhan Marina Gilimas-Lombok Barat saat ini masih pada tahap awal konstruksi yang diperkirakan akan selesai pada 2020 mendatang. Sementara untuk Pelabuhan Marina Labuan Bajo-NTT, pihaknya menyatakan hal tersebut masih dalam proses perencanaan.
Pelindo III menyebut potensi wisata di wilayah timur Indonesia sebagai rute wisata “butterfly route” dengan Labuan Bajo sebagai pelabuhan wisata utama atau dikenal dengan istilah “Turnaround Cruise Port”. Para wisataran dapat memulai perjalanan wisatanya dari Labuan Bajo dengan rute menuju ke arah timur menuju Maumere, Larantuka, Adanora, Lembata, Kalabahi, Kupang, Rote, Sabu, Ende, Almere, Waingapu, Waikelo, dan kembali ke Labuan Bajo.
Sementara untuk rute ke arah barat mulai dari Labuan Bajo, Celukan Bawang, Probolinggo, Banyuwangi, Benoa, Lembar, Badas, Bima, dan kembali ke Labuan Bajo.
“Wisatawan pengguna kapal pesiar tidak perlu ke Singapura ataupun ke Australia, langsung saja ke Indonesia. Mereka dapat mulai perjalanan ataupun langsung pulang ke negara asalnya dari Labuan Bajo. Itu yang disebut dengan istilah turnaround cruise port,” pungkas Faruq. (Logistics/bisnis.com/hd)

 
Garuda Indonesia Buka Rute Makasar-Raha
JAKARTA - (LOGISTICS) : Maskapai Garuda Indonesia membuka rute Makassar-Raha, sebagai upaya memperluas jaringan atau konektivitas penerbangan khususnya di wilayah domestik.
Rute penerbangan domestik yang baru ini merupakan kerjasama Garuda Indonesia dengan pemerintah daerah Muna, Sulawesi Tenggara selama periode bulan Juli 2017 hingga Mei 2018, dimana pesawat yang akan melayani penerbangan baru tersebut adalah pesawat jenis ATR 72-600 yang berkapasitas 70 tempat duduk dengan frekuensi penerbangan 3 kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat.
Penerbangan dari Makassar menuju Raha akan dilayani dengan menggunakan GA 7832 yang akan berangkat dari Makassar pada pukul 07.45 WITA, dan akan tiba di Raha pada pukul 08.50 WITA. Kemudian penerbangan dari Raha menuju Makassar akan dilayani dengan menggunakan GA 7833 yang akan berangkat dari Raha pada pukul 09.35 WITA, dan akan tiba di Makassar pada pukul 10.35 WITA.
Pada kesempatan tersebut Plt. Gubernur Sulawesi Tenggara, HM. Saleh Lasata menyampaikan apresiasinya kepada Garuda Indonesia atas diresmikannya penerbangan baru rute Makassar – Raha pp ini. “Kami yang mewakili masyarakat Sulawesi Tenggara tentunya mengucapkan terima kasih kepada Garuda Indonesia atas komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga membantu meningkatkan potensi pariwisata di Muna (Raha), Sulawesi Tenggara ini. Semoga dengan penerbangan baru ini dapat membantu peningkatan investasi, perdagangan dan pariwisata Muna kedepannya”, papar Saleh dalam siaran pers yang diterima Senin (17/07/17)
Sementara itu, Bupati Muna, LM. Rusman Emba mengatakan, dengan adanya rute Makassar – Raha pp tersebut efektivitas perjalanan akan lebih baik, karena hanya memakan waktu sekitar setengah jam. "Kondisi itu pula akan memicu produktivitas di daerah ini, sekaligus membuka akses potensi yang ada di daerah kami, salah satunya potensi pariwisata, karena daerah kami potensi pariwisatanya tidak kalah dengan daerah lainnya di Sulawesi Tenggara, termasuk daerah pariwisata yang sudah terkenal seperti Wakatobi” tambah Rusman.
Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati juga berharap dengan dibukanya penerbangan baru Makassar – Raha vv ini dapat meningkatkan perekonomian wilayah ini dan membuka Raha pada konektivitas jaringan rute domestik dan internasional Garuda Indonesia.
“Harapan kami kiranya rute baru ini juga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat Raha untuk dapat mengakses kota Makassar dan kota-kota lainnya dengan waktu tempuh yang lebih singkat tanpa harus menggunakan transportasi darat yang tentunya membutuhkan waktu yang lama” jelas Nina.
Kota Raha adalah ibukota Kabupaten Muna yang merupakan salah satu kota di provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak di pesisir Selat Buton dengan total area seluas 47,11 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 53.246 jiwa. Kota Raha memiliki berbagai tempat wisata menarik dan telah menjadi ikon dari Kabupaten Muna, diantaranya Danau Napabale, Pantai Meleura, Gua Liangkobori dan Wisata Tenun Muna.
Adapun jadwal rute baru Makassar - Raha terbang pada pukul 07.45 Wita dan kembali Raha - Makassar pukul 09:35 Wita setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.
“Potensi di Muna itu sangat besar, sehingga dengan pembukaan rute baru itu akan memberikan dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat di Muna," katanya.
Sementara itu, Bupati Raha Rusman Emba mengatakan, dengan adanya rute baru tersebut maka efektivitas perjalanan akan lebih baik, karena hanya memakan waktu sekitar setengah jam.
"Kondisi itu pula akan memicu produktivitas di daerah ini, sekaligus membuka akses potensi yang ada di daerah kami," katanya.
Salah satu potensi itu, lanjut Rusman yang didampingi Sekda Muna Nurdin Pamone dan Kadis Pariwisata Muna Dahlan Kalega, potensi perdagangan yang erat kaitannya dengan sektor pariwisata.
Menurut dia, di Muna potensi pariwisatanya tidak kalah dengan daerah lainnya di Sulawesi Tenggara, termasuk daerah pariwisata yang sudah terkenal seperti Wakatobi.
“Wisata laut, gua dan wisata alam semua ada di Muna dan sangat potensial sebagai destinasi wisata," ujarnya.
 
Garuda Indonesia Buka Trayek Padang - Jeddah
PT Garuda Indonesia Tbk., memastikan akan mengoperasikan penerbangan langsung rute Padang – Jeddah untuk melayani umroh mulai November mendatang.
General Manager Garuda Indonesia cabang Padang Sonny Syahlan menyebutkan potensi penumpang umroh di daerah itu sangat besar, sehingga perlu dilayani dengan penerbangan langsung ke tanah suci.
“Minat masyarakat Sumbar untuk umroh sangat besar sekali, potensinya bagus. Termasuk dari provinsi tetangga Riau dan Jambi,” kata Sonny, Minggu (16/7/2017).
Dia menyebutkan selama ini masyarakat Sumbar harus berangkat umroh melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kuala Namu Medan, maupun dari Kuala Lumpur.
Dengan penerbangan langsung tersebut, Sonny meyakini selain bisa memberikan pelayanan kepada jemaah umroh asal daerah itu dan sekitarnya, juga berkontribusi meningkatkan pendapatan perusahaan.
Sonny mengatakan penerbangan Padang-Jeddah merupakan kerjasama dengan PT AET Penjuru Wisata Negeri yang akan melakukan penjualan tiket umroh kepada masyarakat.
Sesuai rencana, penerbangan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dilakukan setiap pekan yakni pada Minggu pukul 14.00 WIB dengan armada Airbus A 330-300.
Sebelumnya, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan tengah menjajaki kemungkinan maskapai asal Timur Tegah untuk transit di Padang.
“Kami coba jajaki kemungkinan Emirates [maskapai asal Uni Emirat Arab] yang terbang ke Australia transit di Padang. Karena mereka lewat di atas udara kita,” katanya.
Mahyeldi menilai daerahnya memiliki potensi jemaah umroh mencapai 3.000 orang per bulan yang bisa menjadi modal bagi maskapai untuk membuka rute langsung dari Padang ke Timur Tengah.
Dia meyakini jika penerbangan langsung ke Timur Tengah sudah ada, maka akan memudahkan promosi dan pengembangan pariwisata Sumbar yang memprioritaskan wisata halal. (Logistics/bisnis/hd)

 
Arus Petikemas TPK Koja Januari-Juni 2017 naik 5%
JAKARTA – (LOGISTICS) Arus bongkar muat peti kemas ekspor impor melalui terminal peti kemas (TPK) Koja di pelabuhan Tanjung Priok, naik sekitar 5% selama semester I tahun ini atau periode Januari-Juni 2017.
ja, Nuryono Arif mengatakan, pada 2017 TPK Koja menargetkan produktivitas bongkar muat peti kemas ekspor impor sebanyak 830.000 twentyfoot equivalent units (TEUs).
Dia mengatakan, adapun realisasi bongkar muat peti kemas ekspor impor TPK Koja selama Januari-Juni 2017 tercatat 441.000 TEUs atau naik sekitar 5% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebanyak 421.000 TEUs.
Adapun realisasi jumlah kunjungan kapal ekspor impor sepanjang Januari-Juni 2017 tercatat 310 unit atau turun 7% dari periode yang sama tahun lalu 331 unit.
"Memang secara unit kapalnya mengalami penurunan namun volume barang yang diangkut justru ada kenaikan. Artinya kapal-kapal yang sandar di TPK Koja sekarang ini ukurannya/gross tonage-nya semakin besar dan membawa muatan yang lebih banyak,"ujarnya kepada Bisnis, saat penyaluran corporate social responsibility (CSR) TPK Koja dengan menggelar program donor darah, di TPK Koja, Selasa (4/7/2017).
Dalam kegiatan donor darah TPK Koja yang ke dua kalinya ditahun 2017 itu, puluhan pegawai dan mitra kerja TPK Koja termasuk dari perusahaan pelayaran dan forwder nampak antusias mengikuti kegiatan donor darah yang diselengarakan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta.
Nuryono Arif mengatakan, CSR TPK Koja selama ini dimanfaatkan untuk kegiatan positif untuk membantu masyarakat antara lain; donor darah, sunatan massal, mudik gratis, pengobatan TBC, Bea Siswa , pembelian kaki palsu bagi yang membutuhkan dan bank sampah untuk masyarakat sekitar pelabuhan Priok.
"Hal ini merupakan bagian komitmen TPK Koja terhadap kepedulian lingkungan dan membantu masyarakat sekitar TPK Koja khususnya dan DKI Jakarta," paparnya.
Arif menyebutkan selama ini TPK Koja menyalurkan dana CSR sebesar 1-2 % dari laba operasional setiap tahunnya.
 
Arus Petikemas PT TPS Semester I/ 2017 Naik 1%
Arus bongkar muat peti kemas ekspor impor melalui Terminal Petikemas Surabaya di pelabuhan Tanjung Perak, naik 1% selama semester I tahun ini atau periode Januari-Juni 2017.
Public Relations TPS, M. Solech mengatakan, pada 2017 TPS menargetkan produktivitas bongkar muat peti kemas ekspor impor sebanyak 595.135 twenty foot equivalent units (TEUs).
Tercatat realisasi bongkar muat peti kemas ekspor impor TPS selama Januari-Juni 2017 sebanyak 637.410 TEUs atau naik sekitar 1% dibanding periode yang sama 2016 sebanyak 631.238 TEUs.
Solech mengatakan, rata-rata peti kemas ekspor impor yang dilayani di TPS setiap bulannya pada 2017 mencapai 100.000 s/d 120.000 TEUs, dan pihaknya optimistis pada semester II akan mampu meningkatkan market dan pertumbuhan volume peti kemas ekspor impor.
“Kami bersyukur masih dapat melampaui target yang telah ditetapkan oleh managemen pada semester I 2017, meskipun pada awal tahun hampir 2 bulan lalu 1 berth dikosongkan dalam rangka pemasangan 3 unit Container Crane [CC] baru yang terbesar di Pelabuhan Tanjung Perak, kami yakin dapat mengejar dan melampaui target di semester II,” paparnya dalam siaran pers, Minggu (9/7/2017).
Untuk mencapai target tersebut, sampai dengan Juni 2017, dari 8 unit CC eksisting sebanyak 6 unit CC telah bertenaga listrik dari sebelumnya genset diesel.
“Saat ini, kami masih berjalan terus untuk 2 unit CC nomor 3 dan 2, target kami pada bulan September 2017 semua CC di dermaga Internasional TPS selesai dan beroperasi dengan tenaga listrik, mendukung kinerja 3 unit CC yang baru,” ungkap Solech.
Dengan mengubah sistem mekanik ke motor listrik, diharapkan kinerja operasional menjadi lebih baik, lebih efisien dan ramah lingkungan. Dampak positif lainnya adalah lingkungan kerja tidak bising, lebih bersih dan nyaman.
Sementara itu, arus kunjungan kapal di TPS selama periode Januari-Juni 2017 sebanyak 484 unit atau naik 4% dari periode yang sama tahun lalu 466 unit. “Untuk kunjungan kapal ekspor impor tiap bulannya di TPS rata-rata mencapai 100 hingga 120 unit,” tambahnya. (Logistics/bisnis.com/hd)

 
Kemenhub Setujui Angkutan Tol Laut Surabaya - Biak
SURABAYA (LOGISTICS) : Pembukaan jalur angkutan tol laut untuk trayek T12 dengan rute Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya-Biak dikabarkan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini.
"Usulan pembukaan rute angkutan Tol Laut Surabaya-Biak sudah disetujui pemerintah pusat yaitu Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan," ungkap Asisten II Setda Biak Mahasunu S.IP di Biak, Rabu (12/7/2017).
Dia menyebutkan hal itu sesuai dengan Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub RA Tonny Budiono bernomor:AL108/3/17/DJPL-2017 tentang Jaringan Angkutan Barang di Laut Tahun 2017 tertanggal 22 Juni.
Mahasunu menyebutkan keluarnya Keputusan Dirjen Perhubungan Laut untuk menjawab usulan dan permintaan pengusaha distributor barang pokok kepada Pemkab Biak Numfor dan Dinas Perindustrian Perdagangan.
"Trayek T12 tol laut akan melayani angkutan barang jalur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya-Manokwari-Wasior-Nabire-Serui-Biak serta dari Biak-Serui-Nabire-Wasior-Manokwari dan Surabaya," ungkap Mahasunu.
Dia berharap dengan disetujuinya rute T12 tol laut akan membantu kemudahan dan kelancaran bagi pengusaha distributor memasok kebutuhan bahan pokok di wilayah paling Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Biak Numfor Widiarto mengakui pembukaan Trayek Tol Laut Surabaya-Biak merupakan suatu kebutuhan paling diminta pengusaha pemasok distributor bahan pokok.
"Adanya trayek baru T12 tol laut sangat membantu penyaluran kebutuhan bahan pokok, ya ini merupakan permintaan Pemkab Biak Numfor kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Perhubungan," ungkap Widiarto.
Widiarto berharap dengan dukungan angkutan tol laut maka dapat menjamin kelancaran suplai kebutuhan bahan pokok ke wilayah Biak-Supiori. Hingga Rabu aktivitas pelayanan angkutan laut di Pelabuhan Biak tampak berjalan lancar melayani kebutuhan warga untuk berpergian ke berbagai daerah di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.
 
KEMENHUB Masukkan Pelabuhan Kenyamukan Kaltim Dalam Tol Laut
Pemerintah memasukkan Pelabuhan Kenyamukan di Sangatta, Kutai Timur sebagai salah satu rute tol laut. Pelabuhan ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan barang masuk dan keluar Kutim.
Maret lalu, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak meninjau langsung progress pembangunan pelabuhan ini. Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang yang turut mendampingi mengatakan, progress pembangunannya sudah mencapai 80%.
Berdasarkan pantauan langsung Bisnis di lokasi, Kamis (29/6/2017), fasilitas utama pelabuhan berupa dermaga sudah ada meskipun belum ada kapal barang yang bersandar.
Hanya tampak beberapa kapal nelayan yang tertambat di dermaga kecil yang terletak sekitar 20 meter dari dermaga besar. Tak jauh dari dermaga nelayan ada pos jaga TNI Angkatan Laut yang dibangun di atas laut.
Sementara bangunan pendukung yang sudah berdiri adalah gudang penyimpanan ikan yang belum digunakan. Tak jauh dari gudang tersebut ada tempat pelelangan ikan. Sebuah stasiun bahan bakar juga sudah ada walaupun belum difungsikan.
Selama libur Lebaran, kawasan ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berjualan karena masyarakat yang berekreasi ke pantai ini cukup banyak.
Kenyamukan berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Sangatta . Akses menuju lokasi yang sudah berupa jalanan beton membuat waktu tempuh menjadi lebih singkat, sekira 10 menit.
Dari Pelabuhan Kenyamukan kita bisa melihat langsung pelabuhan batubara milik PT Kaltim Prima Coal yang letaknya memang berdekatan. Setiap hari kapal tongkang pengangkut batubara mengantre dan hilir mudik di pelabuhan tersebut.
Lokasi ini dipilih sebagai rute tol laut karena langsung terhubung dengan Selat Makassar. Rute tol laut nasional 8 ini meliputi Surabaya – Makassar – Sangatta (Kenyamukan) – Nunukan. (Logistics /Bisnis.com /hd)